Gunungkidul Siapkan 500 Juta Rupiah Antisipasi Kekeringan

  • 24 Apr 2026 15:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Menghadapi potensi musim kemarau panjang pada tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul (BPBD) menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk program droping air.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Gunungkidul akan masuk musim kemarau pada pekan ketiga bulan April. Kondisi kemarau tahun ini pun diprediksi akan berbeda dibandingkan dengan kemarau tahun sebelumnya.

"Diprediksi lebih lama dan kondisinya kering yang artinya minim curah hujan. Kalau tahun lalu kemaraunya tergolong kemarau basah," kata Purwono, Jumat, 24 April siang.

Dengan prediksi yang demikian, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp500 juta atau setengah miliar untuk program droping air. Anggaran tersebut mampu digunakan untuk pengadaan setidaknya 1.500 tangki air bersih.

"Lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu untuk antisipasi kekeringan ekstrim," ujarnya.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kapanewon dan kalurahan untuk dapat segera melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan. Berdasarkan kajian risiko bencana tahun 2025, wilayah selatan Gunungkidul seperti Purwosari, Panggang, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, dan Rongkop menjadi daerah paling rawan kekeringan.

Namun pada tahun 2026 ini, wilayah terdampak diperkirakan akan meluas hingga ke bagian utara seiring prediksi kemarau yang lebih panjang dan kondisi kering ini.

"Untuk droping air nanti kami menunggu hasil koordinasi dan laporan pengajuan darj masyarakat melalui kalurahan soal kebutuhan droping air bersih," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....