Kanwil Kemenag DIY Tandai Pembagian SK PNS dengan Peluncuran Buku
- 22 Apr 2026 13:46 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY kembali membuat terobosan monumental pada masa Evaluasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025. Mereka yang bersiap akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) PNS menulis buku dengan judul Tahun Pertama Jadi Abdi Negara.
Kakanwil Ahmad Bahiej memberikan apresiasi tinggi atas terbitnya buku karya para ASN Muda di lingkungan Kanwil Kemenag DIY. “Buku ini membuktikan bahwa tradisi literasi dan semangat pengabdian dapat berjalan beriringan sejak dini,” katanya, Rabu, 22 April 2026.
Ia mengaitkan tradisi menulis dengan sejarah besar bangsa. Kakanwil merujuk pada Babad Dipanegara, karya monumental Pangeran Diponegoro yang ditulis saat masa pengasingan di Manado.
“Menulis adalah bagian dari budaya 'perjuangan'. Kita bisa memetik hikmah dari Babad Dipanegara yang ditulis Pangeran Diponegoro dalam kurun waktu kurang dari sembilan bulan dengan ketebalan lebih dari 1.000 halaman folio. Beliau mungkin tidak menyangka bahwa 180 tahun kemudian, karya tersebut ditetapkan UNESCO sebagai Memory of the World,” ujar Ahmad Bahiej.
Ia menjelaskan bahwa buku karya para CPNS yang akan menyandang predikat PNS ini bukan sekadar kumpulan tulisan biasa. Baginya, buku ini adalah sebuah potret nyata dari proses transformasi seorang abdi negara.
“Buku ini adalah mozaik perjalanan batin, intelektual, dan profesional para insan muda yang sedang menapaki jalan pengabdian. Di dalamnya, kita menemukan kejujuran, harapan, dan semangat inovasi. Ini membuktikan bahwa pengabdian tidak lahir dari jabatan, tetapi dari niat yang tulus dan kesadaran akan amanah," ujarnya.
Lebih lanjut, Kakanwil menekankan bahwa penguatan nilai-nilai integritas harus dimulai sejak awal karier. Munculnya buku ini dianggap sebagai langkah preemtif dan preventif dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani.
“Membangun birokrasi yang berintegritas tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Pembinaan, penguatan nilai, serta keteladanan menjadi kunci utama. Buku ini merepresentasikan bagaimana nilai integritas, keikhlasan, dan profesionalitas mulai ditanamkan sejak awal perjalanan sebagai ASN," kata Kakanwil.
“Integritas harus terus dirawat dan dihidupkan. Dari sinilah Zona Integritas menemukan makna sejatinya—bukan sekadar program, tetapi budaya kerja yang tumbuh dari kesadaran diri," ucapnya.
Mengakhiri apresiasinya, Ahmad Bahiej berharap agar karya ini menjadi pengingat bagi para penulisnya untuk terus menjaga komitmen dan menolak segala bentuk penyimpangan.
"Saya berharap buku ini dapat menjadi inspirasi, tidak hanya bagi ASN Kementerian Agama, tetapi juga bagi generasi muda Indonesia dalam menapaki jalan pengabdian yang bermakna," katanya.
Buku setebal 234 halaman ini ditulis oleh 40 CPNS Angkatan 2025 yang tersebar di berbagai satuan kerja di lingkungan Kanwil Kemenag DIY. Mendapat sentuhan dari editor Pranata Humas Ahli Muda Kanwil Kemenag DIY Bramma Aji Putra. Rencananya akan dibagikan saat penerimaan SK PNS beberapa waktu yang akan datang. (Bramma Aji Putra/Ajeng)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....