IWFP 2026 Singgah di Jogja, Perkuat Pesan Toleransi

  • 21 Apr 2026 15:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Indonesian Walk for Peace (IWFP), tradisi perjalanan spiritual para bhante yang menempuh ribuan kilometer sambil menyebarkan pesan damai, hadir dengan warna baru pada 2026. Untuk pertama kalinya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu titik singgah dalam rute perjalanan tersebut, menegaskan citra Jogja sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

Kepastian ini diperoleh setelah panitia IWFP 2026 melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Gedong Pareanom, Senin (20/4/2026). Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur menyambut baik pelaksanaan IWFP dan menilai kegiatan ini sebagai tradisi yang sarat makna serta patut diapresiasi.

Ia menegaskan bahwa IWFP selaras dengan upaya Pemerintah Daerah DIY dalam memperkuat moderasi beragama, yakni membangun sikap saling menghormati antarumat. Nilai tersebut, menurutnya, telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kehadiran IWFP diharapkan semakin memperkuat harmoni dan kedamaian di tengah keberagaman.

Meski demikian, Sri Paduka mengingatkan masih adanya potensi gangguan berupa provokasi yang dapat memicu perpecahan. Karena itu, kehadiran para biksu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat komitmen hidup berdampingan secara damai.

Ketua Panitia IWFP 2026 DIY, Tandean Harry Setio Subagio, menyebut singgahnya IWFP di Yogyakarta sebagai momen istimewa. Menurutnya, ini merupakan kali pertama dalam sejarah IWFP dan menjadi peluang untuk memperkuat sinergi antar masyarakat sekaligus memperkenalkan Jogja di tingkat global.

Ia menilai kegiatan ini membawa dampak positif, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga sosial dan pariwisata. Harapannya, Yogyakarta dapat menjadi titik singgah rutin dalam perjalanan IWFP di masa mendatang.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bajiej, yang menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung dan mendampingi kedatangan 51 biksu selama berada di wilayah DIY hingga pelepasan rombongan di Muntilan, Magelang.

Ia berharap, perjalanan lintas negara ini mampu menyebarkan pesan kedamaian yang kuat, sekaligus memperkokoh posisi Yogyakarta sebagai kota toleransi bagi semua kalangan.

Rangkaian IWFP 2026 akan dimulai dari Brahmavihara Arama pada 7 Mei 2026. Para biksu akan berjalan kaki melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Bali, Jawa Timur, hingga Yogyakarta. Perjalanan ini akan berakhir di Candi Borobudur bertepatan dengan perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE pada 31 Mei 2026, sebagai puncak penyebaran pesan damai kepada dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....