Pameran Pelukis Perempuan Digelar, Angkat Semangat Kartini di Yogyakarta

  • 20 Apr 2026 14:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA - Menjelang peringatan Hari Kartini pada 21 April, Galeri Seni Saptohoedojo menggelar pameran lukisan bertajuk “Kartini dan Perempuan-Perempuan Mataram”. Pameran ini menghadirkan 21 pelukis perempuan dengan total 42 karya yang dipajang.

Para pelukis yang terlibat berasal dari Yogyakarta dan Solo. Pemilik Galeri Saptohoedojo, Yani Saptohoedojo, menjelaskan bahwa pemilihan tema “Mataram” merujuk pada keterkaitan historis wilayah tersebut.

“Di sini kita tampilkan ada 21 pelukis dari Jogja dan Solo, karena temanya kita adalah pameran pelukis-pelukis Mataram. Ini adalah Jogja dan Solo, jadi kita menggunakan kata-kata Mataram karena wilayah Mataram itu kan Jogja dan Solo”, ucap Yani.

Yani menambahkan, karya-karya yang dipamerkan banyak merefleksikan pengalaman personal para pelukis perempuan. Lukisan-lukisan tersebut menjadi medium untuk menyampaikan cerita kehidupan sehari-hari sekaligus pandangan mereka sebagai perempuan.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kemandirian perempuan masa kini, sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan R.A. Kartini.

“Dia menginginkan supaya wanita-wanita kita bisa mandiri, tidak tergantung harus menjadi pendamping laki-laki yang hanya di belakang, tetapi kita harus belajar sebagai seorang wanita, menuntut ilmu yang tinggi supaya kita bisa, karya-karyanya itu bisa diakui juga sebagai seorang wanita yang memang sudah setara dengan laki-laki,” kata Yani

Sementara itu, dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Mahendradewata, menilai pameran khusus perempuan perlu lebih sering digelar sebagai apresiasi terhadap karya seniman perempuan.

“Karena bagaimanapun ketika seseorang wanita berkarya, dan tidak ditampilkan atau tidak dipamerkan, maka buat apa, dan mereka harus unjuk diri, di bawah para perempuan itu memang ketika mereka berkarya juga sangat bagus, tidak kalah dengan pelukis laki-laki atau pelukis pria”, ujar Mahe.

Pameran ini dibuka dari tanggal 17 hingga 22 April 2026 di Art Gallery Saptohoedojo dan untuk mengunjunginya tidak dikenakan biaya alias gratis. (Aryasena)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....