Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Usaha Digital

  • 10 Apr 2026 18:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY tengah mematangkan persiapan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pendataan sepuluh tahunan ini, untuk memetakan pergeseran struktur ekonomi daerah, yang didominasi sektor digital dan UMKM.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih menyampaikan, fenomena ledakan ekonomi digital menjadi salah satu fokus utama SE 2026. Data awal tahun 2025 mencatat, 269.000 pelaku usaha di Yogyakarta telah bermigrasi ke digital melalui berbagai platform e-commerce.

”Pandemi Covid-19 kemarin sebenarnya memberikan keberkahan tersendiri bagi Yogyakarta,” katanya, Jumat, 10 April 2026. ”Kita dituntut untuk tetap bertahan, dan hasilnya muncul berbagai usaha online yang sangat masif.”

Ia menambahkan, kehadiran ekonomi digital memberikan warna signifikan bagi pertumbuhan ekonomi DIY. Pada periode sebelumnya, DIY mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa, yakni mencapai 5,94% secara year-on-year.

Menurut Endang, SE 2026 menggunakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 terbaru. Penggunaan standar ini memastikan data ekonomi Yogyakarta selaras dengan standar internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

”Kami juga memotret ekonomi lingkungan, seperti PDRB Hijau (Green Economy) dan Blue Economy,” ucapnya. ”Karena pada sensus ekonomi sepuluh tahun lalu, aspek-aspek ini belum tertangkap secara maksimal dalam kode lapangan usaha kita.”

Proses pendataan lapangan SE 2026, dimulai bulan Mei hingga Agustus 2026. Hal ini mencakup seluruh sektor usaha mulai dari sektor pertanian yang berbadan usaha hingga sektor jasa keuangan, untuk kemudian disampaikan kepada publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....