Jejak Kepahlawanan Sultan HB II, Digelar dalam Pameran Lukisan dan Bedah Buku

  • 08 Apr 2026 17:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sosok Sultan Hamengku Buwono (HB) II kembali menjadi sorotan publik. Raja Jawa yang dikenal keras dan konsisten melawan kolonialisme ini akan diulas secara mendalam melalui rangkaian kegiatan bertajuk "Jejak Kepahlawanan Sultan HB II".

Acara yang akan digelar di Yogyakarta ini mencakup pameran seni rupa, lomba film pendek, hingga bedah buku biografi sang Adiwira. Rencananya perhelatan besar ini dijadwalkan pekan depan pada hari Jumat hingga Mingg, 17-19 April 2026) yang direncanakan akan mengundang sejumlah tokoh nasional penting, mulai dari Sultan Hamengku Buwono X hingga Hashim Djojohadikusumo, guna memberikan penghormatan terhadap dedikasi Sultan HB II dalam menjaga kedaulatan tanah Jawa.

Pameran ini tidak hanya sekadar memajang artefak sejarah, tetapi juga menghadirkan visualisasi modern. Berbagai lukisan, sketsa, hingga karya film dokumenter akan dipamerkan dengan tiga tema utama yakni Arsitektur Karya Sultan HB II yang menngulik kecerdasan sang Raja dalam membangun benteng dan infrastruktur.

Jejak Sang Adiwira Sultan HB II untuk menelusuri garis waktu perjuangan militer. Serta bagaimana Sosok Raja Jawa Lawan Kolonialisme, menampilkan keberanian beliau menolak tunduk pada bangsa asing. Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan Gen Z, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum melalui lomba film pendek, yang tujuannya agar nilai-nilai patriotisme Sultan HB II dapat diserap oleh generasi muda melalui medium digital dan kreatif.

Ketua Panitia yang juga Pengamat Seni Budaya & Trah Sultan HB II, Dr. Ananta Hari Noorsasetya, S.Sn., M.Ikom., menyebutkan, pameran seni ini memberikan perspektif dari sisi pelestarian budaya. Disamping itu ada nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh sang Sultan kepada para keturunannya serta masyarakat luas.

"Sultan HB II bukan sekadar pemimpin formal, beliau adalah simbol perlawanan intelektual dan fisik terhadap penjajahan. Bedah buku biografi ini menjadi krusial untuk meluruskan sejarah dan mengembalikan martabat kepahlawanan beliau di mata dunia," katanya, Rabu, 8 April 2026.

Dr. Ananta menekankan, Sultan HB II adalah sosok yang meletakkan dasar identitas visual dan konstitusi melalui seni dan sastra. Sultan HB II bukan sekadar raja, beliau adalah fashion designer pertama Indonesia dan penulis Serat Suryaraja yang menjadi konstitusi keraton.

"Warisan desainnya, mulai dari ornamen Paduraksa hingga motif Manuk Beri, adalah DNA kreativitas yang kini diadaptasi oleh hotel mewah dan industri fashion modern. Mendukung HB II sebagai Pahlawan Nasional berarti kita mendukung kebudayaan sebagai kekuatan utama bangsa," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, budayawan Romo Artha melihat pameran ini sebagai jembatan ruhani antara masa lalu dan masa depan. Menurutnya, seni adalah cara untuk menyentuh hati generasi muda.

"Seni adalah cara paling efektif untuk menyentuh hati anak muda. Melalui lukisan dan film, sosok Sultan HB II tidak lagi terasa jauh di buku sejarah, melainkan terasa hidup sebagai inspirasi bagi kita untuk tetap berdaulat secara budaya," ucapnya.

Perwakilan Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengenalkan lebih luas kontribusi nyata Sultan HB II bagi bangsa Indonesia.

"Kami ingin menunjukkan bahwa warisan Sultan HB II bukan hanya soal fisik seperti bangunan, tapi soal semangat juang. Keterlibatan tokoh nasional dan anak-anak muda dalam lomba film pendek ini membuktikan bahwa sejarah beliau tetap relevan di era modern," katanya, menjelaskan.

Acara ini diharapkan mampu menjadi momentum bagi masyarakat luas untuk lebih mengenal sosok pemimpin yang tidak pernah gentar menghadapi tekanan kolonial demi menjaga kehormatan bangsanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....