SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Bantah Isu Lengserkan Ketua OSIS usai Kritik MBG
- 08 Apr 2026 15:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pihak SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta membantah isu viral yang menyebut adanya pelengseran Ketua OSIS usai mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekolah menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Muflikh Najib mengatakan bahwa sosok dalam video viral adalah Bayu, siswa kelas 12 di sekolah tersebut. Namun, ia menegaskan Bayu bukan Ketua OSIS atau IPM.
Najib menjelaskan, Bayu sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum IPM saat kelas 10 pada 2023-2024. Namun, Bayu hanya menjabat beberapa bulan saja sebelum akhirnya mengundurkan diri.
"Bayu itu bukan pengurus IPM. Jadi memang di kelas 10 ia pernah menjabat sebagai Ketua 1 atau Wakil Ketua Umum, itu di tahun 2023-2024, tapi hanya menjabat sementara, beberapa bulan saja karena memang terkait dengan kedisiplinan dan keaktifan dalam berorganisasi, akhirnya Mas Bayu mengundurkan diri," ujar Najib saat ditemui di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Selasa, 7 April 2026.
Sejak itu, Bayu disebut tidak lagi aktif dalam organisasi hingga kelas 12. Terkait video yang beredar, pihak sekolah juga telah memanggil yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Termasuk orang tua Bayu.
Menurut Najib, Bayu membuat video tersebut setelah mengikuti kegiatan diskusi yang menyinggung isu Pendidikan dan program MBG. "Kita sudah memanggil yang bersangkutan, Mas Bayu. Kemudian kita dalami. Ternyata memang Mas Bayu waktu itu mungkin ikut arus terbawa suasana karena sebelumnya Mas Bayu itu mengikuti seminar, diskusi terkait pendidikan dan kesejahteraan guru, dan ternyata di sana membahas masalah MBG. Kemudian diminta untuk membuat video seperti itu," kata Najib.
Ia menambahkan, sejumlah pernyataan dalam video dinilai tidak sesuai fakta, termasuk terkait isu pelengseran dan keterlibatan pihak tertentu.
"Di sana yang kita sayangkan itu sebetulnya karena pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta. Ada yang menyebut dilengserkan, kemudian diberikan SK untuk harus mengundurkan diri atau dicopot, kemudian dari pihak BGN ada yang datang secara oknum dan lain sebagainya. Akhirnya kita mediasi dengan pihak-pihak terkait," ujarnya, menambahkan.
Sebagai tindak lanjut, Bayu telah membuat video klarifikasi pada Senin malam, 6 April 2026. "Alhamdulillah sudah clear semuanya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....