Lantik Pimpinan Baru Baznas, Hasto Wardoyo Tekankan Ekonomi Jamaah
- 07 Apr 2026 20:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tampu kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta 2021 - 2026 yang digawangi Drs H Syamsul Azhari resmi berakhir dan berganti. Jajaran pimpinan periode 2026-2031 resmi dilantik secara langsung Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Senin, 6 April 2026.
Adapun Ketua Baznas Kota Yogyakarta Drs Abdul Samik, Wakil Ketua I H Abdul Halim, SAg, Wakil Ketua II Ir Hj Wiwik Tri Wahyunungsih, Wakil Ketua III M Fikron Washly Arifudin, SE, dan Mamba’ul Bahri, SThI sebagai Wakil Ketua IV
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, Baznas harus proaktif menemukan sasaran yang tepat untuk mengubah kondisi hidup warga dari tidak layak menjadi layak, hal ini menyikapi kondisi sosial masyarakat di Kota Yogyakarta. Hal ini karena ditegaskannya, merawat satu kehidupan sama maknanya dengan merawat semua kehidupan di mata Allah.
"Saya berharap BAZNAS tidak hanya fokus pada program charity, tapi juga pemberdayaan ekonomi melalui kolaborasi berjamaah," katanya.
Hasto memperkenalkan teori Self-Limited Poverty, sebuah konsep di mana kemiskinan bisa diatasi jika warga miskin bergerak bersama-sama menguasai pasar dan produksi melalui sistem koperasi, bukan korporasi. Untuk itu, harus ada program-program pemberdayaan yang memungkinkan bisa membangun ekonomi kerakyatan.
"Bersama-sama masyarakat secara berjamaah, kemudian bisa sejahtera bersama. Ini menjadi suatu hal yang sangat penting kalau kita lihat dari pengalaman membangun ekonomi masyarakat yang tumbuh dengan kebersamaan itu sangat tidak mudah,” ucapnya.
Hasto menekankan, Baznas harus terus menjaga integritas dan transparansi dalam pengelolaan dana umat. Konsep filosofis Teko Okeh, Metu Okeh, Teko Meneh atau datang banyak, keluar banyak, datang lagi sebagai strategi membangun kepercayaan publik.
"Publikasi terhadap penyaluran (pentasyarufan) zakat secara rutin adalah bagian dari membangun trust. Bukan untuk riya, tapi untuk menunjukkan bahwa BAZNAS hadir menyelesaikan masalah krusial di masyarakat secara cepat," ujarnya.
Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Abdul Samik mengaku siap, untuk menyelaraskan program BAZNAS dengan RPJMD Kota Yogyakarta. Salah satu agenda utamanya adalah mengevaluasi dan memperbarui sistem digitalisasi zakat yang selama ini dinilai masih tertinggal.
"Kami akan melakukan evaluasi program digital agar lebih efisien dan menguntungkan masyarakat. Kami ingin menekan biaya-biaya tinggi yang tidak seharusnya ada di lembaga sosial," ujarnya.
Terkait pengentasan kemiskinan, BAZNAS diungkapkan Samik, akan memperkuat program pemberdayaan berbasis jamaah masjid. Menurutnya, penguatan ekonomi lebih efektif dilakukan melalui jamaah yang sudah solid karena pengawasannya lebih mudah.
"Belajar dari pengalaman, titik lemah bantuan ekonomi adalah pada soliditas jamaahnya. Ke depan, kami akan memperbanyak kerjasama dengan masjid yang jamaahnya sudah solid, seperti yang sudah dicontohkan di Masjid Diponegoro dan Masjid Al Ikhlas Kampung Mrican Taqwa. Kami memberikan dukungan dalam bentuk qardhul hasan (pinjaman kebajikan), kemudian pihak masjid yang akan mengelola dan membimbing jamaahnya langsung," ujarnya.
Samik juga menegaskan bahwa BAZNAS akan lebih mandiri dalam pendanaan program di periode ini. Terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana untuk kemaslahatan masyarakat.
"Kalau dulu banyak menunggu dana dari pusat, periode ini kita coba optimalkan dana dari kita sendiri agar penyaluran bantuan bisa lebih cepat dan dekat dengan masyarakat yang membutuhkan," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....