Kirab Budaya, Ajang Kalurahan Tampilkan Potensi di Hari Jadi Sultan

  • 02 Apr 2026 13:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, seluruh kapanewon dan kalurahan di Yogyakarta turut ambil bagian dalam kirab budaya, Kamis, 2 April 2026. Gunungan yang dibawa peserta menjadi panggung bagi setiap daerah untuk unjuk diri menampilkan identitas dan potensi wilayahnya.

Setiap kelurahan menghadirkan gunungan berisi hasil bumi maupun produk unggulan sebagai bentuk persembahan kepada Sultan. Persembahan ini tidak sekedar menjadi tradisi, tetapi juga menampilkan kekhasan serta sumber penghidupan warga daerah tersebut.

Salah satunya merupakan gunungan dari Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Sleman yang membawa gunungan dengan tinggi sekitar 2 meter yang terdiri dari bermacam macam hasil bumi. Sigit Priadi, Pamong Kalurahan Sidomulyo menjelaskan jika terdapat arti tersendiri.

“Gunungan ini terdiri dari nanas sebagai simbol di atas, kemudian ada buah jeruk, hasil ini dari Kalurahan Margosari. Padi, itu makanan pokok dari kami di Sidomulyo, kemudian ini ada bawang putih ini hasil dari Kabupaten Kulonprogo. Kemudian mentimun juga hasil dari tempat kami wortel, terong, buncis, jipang kemudian kacang panjang itu melambangkan hasil bumi tempat kami sebagai penghidupan rakyat di tempat kami,” ucap Sigit

Tak hanya menampilkan potensi daerah, sejumlah Kelurahan juga membawa pesan tersendiri, seperti kepedulian terhadap lingkungan. Lurah Karangwuni, Anwar Musadad, mengungkapkan pihaknya sengaja mengurangi penggunaan plastik dalam pembuatan gunungan.

“Kita kan konsep awal itu apa yang diberikan oleh masyarakat itu yang akan kita rangkai. Kemarin dari warga kita yang punya keterampilan kerajinan membuat tampah-tampah dan lain sebagainya itu kita ajak. Ayo kita buat, kita jalin supaya indah, nah akhirnya terbuatlah gunungan yang terbuat dari daun karena prinsip kita di Kelurahan Karangwuni ini kita juga benar-benar mengurangi sampah plastik,” kata Anwar.

Kirab budaya ini berlangsung mulai pukul 07.30-12.00 WIB, melintasi sejumlah titik di kawasan pusat kota seperti Malioboro, Titik Nol Kilometer, hingga Alun-Alun Kidul. Demi kelancaran acara, sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi sempat dialihkan. (Aryasena)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....