Imbauan Siswa Bersepeda dan Jalan Kaki ke Sekolah, Ini Tanggapan Aktivis JCW

  • 31 Mar 2026 19:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau bagi siswa khususnya yang jarak rumah dengan sekolah dekat untuk jalan kaki atau bersepeda. Imbauan berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah ini khususnya rumahnya dekat dengan sekolah guna menghemat energi (penggunaan BBM) dampak dari konflik global di Timur Tengah selain mengurangi polusi.

Bagi aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba yang juga sebagai orang tua siswa menilai kebijakan yang baru sebatas imbauan tersebut sebagai langkah positif. “Namun perlu diarahkan agar lebih strategis serta dimulai dari pejabat publik terlebih dahulu untuk memberikan contoh kepada masyarakat. Jangan masyarakat terus dijadikan percontohan atas kebijakan pemerintah,” katanya, Selasa, 31 Maret.

Kamba menilai imbauan jalan kaki ataupun bersepeda ke sekolah terutama jarak dekat tersebut memiliki nilai positif terutama dalam menerapkan pola hidup sehat, mengurangi polusi serta menghemat penggunaan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Namun demikian, ia menilai kebijakan yang baru sebatas imbauan itu seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai momentum yang lebih besar. “Yakni memperkuat penggunaan transportasi umum di Kota Yogyakarta, misalnya,” kata dia.

Menurut aktivis sosial itu salah satu persoalan utama di Kota Yogyakarta adalah kemacetan lalu lintas terutama pada jam berangkat sekolah maupun pulang sekolah karena berbarengan dengan orang berangkat ke kantor maupun pulang dari kantor. Sementara belum seimbangnya antara jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan.

“Karena jumlah kendaraan terus bertambah sementara ruas jalan yang terbatas. Sehingga tawaran yang dapat dijadikan solusi adalah bertransformasi ke transportasi publik yang aman dan nyaman bagi semua termasuk bagi penyandang disabilitas,” ucapnya, menerangkan.

Dirinya menyebutkan momentum penghematan energi dampak dari geopolitik Timur Tengah seharusnya tidak hanya berhenti pada imbauan bagi siswa berjalan kaki ataupun bersepeda ke sekolah khususnya jarak dekat antara rumah dan sekolah, tetapi juga dapat menjadi budaya penggunaan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi semua orang.

Kamba mendorong agar pejabat publik di DIY menjadi pelopor penggunaan transportasi publik seperti Bus TransJogja. “Kalau pun ada sejumlah pejabat publik di DIY bersedia bersepeda ke kantor itu lebih baik tetapi jangan hanya sebatas simbolik dan sesaat saja,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....