UMY Diminta Jangan Hanya Fokus ke Soal Ini
- 31 Mar 2026 12:12 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman menyampaikan hikmah Syawalan, di hadapan seluruh dosen dan tenaga kependidikan UMY, Senin, 30 Maret 2026. Ia mengingatkan, prestasi sebuah universitas tidak boleh berhenti, pada pengakuan akademik semata.
”Jangan hanya diukur dari reputasi global saja,” ucapnya. ”Tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai keislaman, betul-betul menjadi fondasi dalam kehidupan kampus.”
Di satu sisi ia melihat, UMY sebagai perguruan tinggi yang relatif muda menunjukkan perkembangan signifikan, hingga dikenal di tingkat internasional. Namun, capaian tersebut harus dimaknai sebagai nikmat yang menuntut tanggung jawab spiritual.
”Ketika kita diberi kenikmatan seperti ini, maka tugas kita adalah menjadikan seluruh kenikmatan itu semakin mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.
Sebab, tanpa dilandasi rasa syukur yang diwujudkan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari, capaian tersebut justru berpotensi menjadi ujian. Maka, ia mendorong seluruh civitas academica untuk terus memperkuat dimensi keislaman, dalam aktivitas akademik maupun nonakademik.
Lebih lanjut, Agus menekankan pentingnya integrasi antara keunggulan keilmuan dan kekuatan nilai-nilai Islam. Tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual.
”Kampus juga harus mampu melahirkan insan yang unggul, berbasis akidah dan nilai-nilai Islam yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan implementasi integrasi tersebut. Salah satunya melalui kebijakan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, yang mensyaratkan mahasiswa menghafal juz 30 Al-Qur’an sebagai salah satu syarat kelulusan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....