Antusiasnya Warga Bersilaturahmi dengan Ngarsa Dalem di Kepatihan

  • 30 Mar 2026 23:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tradisi silaturahmi menjadi momentum yang rutin dilaksanakan setiap Hari Raya Idulfitri ini disambut antusiasme ribuan masyarakat dari berbagai wilayah yang ada di Yogyakarta. Sebanyak 70 UMKM turut digandeng Pemda DIY ketika masyarakat bersalaman dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Ngarsa Dalem.

Beragam jajanan yang disediakan 70 angkringan itu sebagai Jamuan yang dihidangkan di Kepatihan Yogyakarta. Menurut pantauan rri.co.id pada pukul 09.00 WIB, Masyarakat sudah memadati area kepatihan untuk mengikuti silaturahmi Idulfitri 1447 H dengan Ngarsa Dalem.

Masyarakat datang dengan beragam tujuan, mulai dari bersilaturahmi hingga merasakan kedekatan langsung dengan Sri Sultan. Salah satu warga Kaliurang, Hasan Suwidi mengaku telah beberapa kali mengikuti kegiatan Silaturahmi di Kepatihan Yogyakarta.

Ia menilai bahwa acara ini memiliki makna yang penting terutama dalam mempererat hubungan antara rakyat dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Pemimpin Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Bagus untuk menjalin ukhuwah dan juga ini sebagai bukti bahwa Ngarsa Dalem itu masih di cintai oleh rakyatnya. Ya terus terang kami selaku warga Yogyakarta kami sangat hormat dengan Ngarsa Dalem, beliau itu kan seorang tokoh yang merakyat dengan rakyatnya dan tidak ada semacam batasan yang jauh, sehingga itu salah satu kebanggaan saya,” kata Hasan.

Menurutnya, kesempatan untuk hadir dan bersalaman dengan Ngarsa Dalem menjadi kebanggan tersendiri. Lebih lanjut, momen seperti inilah dimaknai sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi serta menjaga keharmonisan.

Sementara itu, Donacitra Handayani warga condong catur yang hadir di kepatihan sedari pukul 08.45 WIB mengaku selalu mengikuti Open House di tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya yang membedakan Open House tahun dibandingkan tahun sebelumnya, pada tahun lalu Pemda menyiapkan menu katering, sedangkan di tahun ini menggandeng 70 angkringan UMKM.

“Dan tahun lalu itu menunya beda, menunya dari katering tapi kalau sekarang kan lebih menggandeng 70 UMKM. Soalnya program tahun sebelumnya dan sekrang masih berjalan. Dan kalau tahun lalu antrean laki-laki dan perempuan dibedakan, jadi yang bawa suami atau istri pasti barisannya akan terpisah,”kata Dona.

Adapun masyarakat yang mengikuti Open House wajib menaati peraturan yang ada, seperti Tidak boleh memakai sandal jepit, celana atau rok pendek, topi, batik motif awisan dan tidak diperkenankan untuk melakukan selfie dengan Ngarsa Dalem. Sementara itu, untuk warga yang tidak ingin kehilangan momen bersilaturahmi dengan Ngarsa Dalem, Humas Pemda DIY telah menyediakan link foto yang bisa diakses setelah selesai acara. (Victorio Firsta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....