Komunitas Kreatif di Yogyakarta Bakal Diedukasi Pentingnya KI
- 29 Mar 2026 15:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peningkatan kesadaran hukum di kalangan pelaku seni dan UMKM terus digencarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY melalui program edukasi Hak Kekayaan Intelektual (KI).
Kegiatan ini menyasar komunitas kreatif yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi berbasis ide dan inovasi. Dalam beberapa waktu terakhir, geliat industri kreatif di Yogyakarta menunjukkan perkembangan pesat.
Berbagai komunitas seni, pelaku UMKM, hingga kreator digital terus bermunculan dengan karya-karya inovatif, mulai dari desain grafis, musik, fesyen, hingga produk kerajinan tangan. Namun, di balik kreativitas tersebut, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya perlindungan KI terhadap karya yang dihasilkan.
Melihat kondisi tersebut, Kanwil Kemenkum DIY aktif menggelar sosialisasi dan pendampingan terkait pendaftaran KI, baik itu merek, hak cipta, maupun desain industri. Program ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga praktis dengan membuka layanan konsultasi langsung bagi masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY Agung Rektono Seto menegaskan, pemahaman terkait KI harus ditanamkan sejak awal proses berkarya atau berusaha. “Pelindungan KI harus dipahami sejak awal, bukan setelah muncul sengketa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak kasus pelanggaran KI yang terjadi karena kurangnya pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan hukum atas karya mereka. Tidak sedikit pula pelaku kreatif yang baru menyadari pentingnya pendaftaran KI ketika karyanya ditiru atau digunakan pihak lain tanpa izin.
Padahal, dengan mendaftarkan KI sejak dini, pelaku usaha memiliki dasar hukum yang kuat untuk melindungi haknya sekaligus meningkatkan nilai ekonomis dari produk atau karya tersebut. Selain itu, kepemilikan KI juga menjadi salah satu indikator profesionalitas dan kredibilitas usaha di mata konsumen maupun mitra bisnis.
“Program edukasi ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif. Melalui diskusi interaktif, para peserta dapat memahami berbagai jenis KI serta prosedur pendaftarannya, termasuk manfaat jangka panjang yang bisa diperoleh,” katanya, Kamis, 26 Maret 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....