Masifnya Digitalisasi Jadi Alasan Turunnya Minat Baca di Sleman

  • 29 Mar 2026 15:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Perkembangan teknologi digital turut memengaruhi pola membaca masyarakat di Kabupaten Sleman. Tingginya penggunaan gadget dan internet disebut menjadi salah satu faktor menurunnya minat membaca buku konvensional.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Shavitri Nurmala Dewi atau yang akrab disapa Evi, menjelaskan penurunan ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan berbagai pihak. Survei tersebut melibatkan pemerintah daerah hingga Perpustakaan Nasional.

“Untuk tingkat kegemaran membaca ini memang menunjukkan bahwa penggunaan gadget dan internet yang tinggi membuat anak-anak membaca buku konvensional menurun,” ujar Evi.

Menurutnya, perubahan ini bukan tanpa alasan. Saat ini, anak-anak lebih banyak mengakses informasi melalui media digital seperti internet, e-book, hingga aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Fenomena ini bahkan terlihat dalam kebiasaan belajar siswa. Evi menuturkan anak-anak kini mulai memanfaatkan teknologi seperti chatbot untuk menyelesaikan tugas sekolah.

“Kalau anak-anak sekarang sudah pakai ChatGPT, sudah pakai Gemini, bahkan untuk mengerjakan soal,” katanya.

Meski demikian, Evi mengaku merespons kondisi ini strategi yang adaptif. Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman mengembangkan berbagai program literasi. Salah satunya melalui kunjungan perpustakaan keliling yang dikombinasikan dengan kegiatan edukatif di sekolah.

Dalam program tersebut, kunjungan tidak hanya sebatas meminjamkan buku. Sekolah juga didorong untuk menetapkan hari literasi agar siswa memiliki waktu lebih panjang untuk membaca dan berkegiatan literasi. Selain itu, pihaknya juga mengarahkan siswa untuk membaca sesuai minat sekaligus memperluas wawasan. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan terhadap literasi.

“Kolaborasi dengan guru dan komunitas menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan digitalisasi. Peran pendidik sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan membaca generasi muda,” ucapnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan budaya literasi. Sehingga, digitalisasi tidak menjadi ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....