Wahyu Pambudi, Dilantik Menjadi Rektor IKIP PGRI Wates
- 15 Mar 2026 06:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO – Tampuk kepemimpinan Rektor IKIP PGRI Wates resmi berganti. Wahyu Pambudi M.Pd resmi mengemban amanah sebagai Rektor IKIP PGRI Wates (IPW) masa bakti 2026-2030. Wahyu Pambudi menggantikan Dr. Sumpana yang menjabat Rektor sebelumnya, untuk periode 2022 - 2026. Prosesi pelantikan dilakukan di Aula IKIP PGRI Wates, Sabtu 14 Maret 2026, oleh Ketua Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) IKIP PGRI Wates, Subaryana.
Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan komitmennya untuk membawa institusi yang telah berdiri selama 58 tahun tersebut bertransformasi dari "baik menjadi jauh lebih baik lagi". "Saya apresiasi mendalam kepada YPLP IKIP PGRI Wates atas kepercayaan yang diberikan.Terpilihnya saya merupakan sebuah keputusan besar, mengingat usianya yang masih muda dan merasa masih memiliki banyak kekurangan dari sisi akademik maupun intelektual," ujarnya.
Namun, Wahyu memandang jabatan Rektor sebagai takdir dan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya (sadermo nglampahi). Wahyu Pambudi mencanangkan periode kepemimpinannya sebagai masa transisi untuk memperkuat pijakan institusi.
"Saya mengapresiasi tinggi kepada para rektor sebelumnya yang telah mewariskan capaian positif, seperti akreditasi "Baik Sekali" dan keberhasilan revitalisasi LPTK. Untuk melompat lebih jauh, kita butuh pijakan yang kokoh. Saya akan fokus memperkuat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Badan Penjaminan Mutu (BPM) sebagai pondasi mutu," ujarnya.
Selain itu, penguatan iklim organisasi, kolegialitas, dan kaderisasi menjadi prioritas utama agar kepemimpinan selanjutnya memiliki jalan yang lebih mudah.Wahyu juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak untuk memajukan pendidikan di wilayah pinggiran Yogyakarta, di antaranya, LLDIKTI Wilayah V DIY, PB PGRI & BPLP, Forkopimda Kulon Progo, hingga kampus lain di DIY.
Mengutip prinsip Leiden is Lijden (memimpin itu menderita) dari Haji Agus Salim, Wahyu menyatakan kesiapannya untuk berkorban dan mengambil keputusan-keputusan sulit demi kepentingan lembaga. Wahyu menyadari bahwa amanah sebagai Rektor akan menuntut waktu dan dedikasi yang besar, yang mungkin akan mengurangi waktu bersama keluarga.
"Saya yakin kita adalah kumpulan kebaikan. Dengan niat baik dan dilakukan di tempat yang baik, hasilnya pasti baik. Mewariskan harta bisa habis, tetapi mewariskan ilmu melalui pendidikan akan menjadi amal jariyah sepanjang generasi," ujarnya.
Ketua Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan IKIP PGRI Wates, Subaryana berharap Rektor IKIP PGRI Wates bisa mengemban amanah yang diberikan sesuai dengan sumpah dan janji serta pakta integritas. "Harapan kami mampu menjalankan visi misi dari IKIP PGRI Wates," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....