Ketersediaan Beras di DIY Aman, Bulog Sebut Stok Mencapai 48.000 Ton
- 03 Mar 2026 13:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – DPD RI DIY melakukan pemantauan bahan pokok jelang hari raya Idulfitri di Kompleks Pergudangan Bulog Purwomartani, Selasa, 3 Maret 2026. Pantauan ini dilakukan bersamaan dengan masa reses dan turut diikuti oleh seluruh anggota DPD RI DIY.
Anggota Komite II DPD RI DIY Hilmy Muhammad menjelaskan pemantauan ini menjadi salah satu ajang untuk menjalin komunikasi dengan stake holders dan pemerintah daerah. Utamanya dalam hal ketersediaan bahan pangan menjelang lebaran. Secara keseluruhan, Hilmy menyebut bahan pangan seperti beras hingga minyak goreng di Yogyakarta dipastikan aman dari segi stok.
“Alhamdulillah kita mendapatkan penjelasan yang lengkap dan dan cukup terkait kesiapan beras di DIY tahun ini, kita tahu penjelasan bahwa kita ini surplus ya. Insya Allah mencukupilah untuk kebutuhan tahun ini ya,” ucap Hilmy saat ditemui di Kompleks Pergudangan Bulog Purwomartani, Selasa, 3 Maret 2026.
Sementara, Kepala Bulog Kanwil DIY Dedi Aprilyadi menyebut kini stok beras yang tersedia untuk wilayah DIY mencapai 48.000 ton. Sementara, stok di seluruh wilayah kerja Bulog DIY, termasuk beberapa wilayah Jawa Tengah mencapai 137.000 ton. Dedi memastikan, pasokan ini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat DIY selama Ramadan ataupun hari raya idulfitri. Sebab, dia mencatat kebutuhan beras rata-rata tiap pekan di DIY hanya mencapai 1.000 ton.
“Jadi kalau 4 minggu ya kurang lebih hanya 4.000 ton untuk beras. Itu sangat sangat aman dengan stok yang kita kuasai saat ini,” kata Dedi.
Selain beras, Bulog DIY juga turut menjaga ketersediaan pasokan minyak goreng. Dedi menuturkan, pasokan minyak goreng saat ini mencapai lebih dari 1,4 juta liter. Pasokan minyak goreng juga sudah disalurkan ke pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), Rumah Pangan Kita (RPK), dan sebagian dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan koperasi desa merah putih (KDMP). Dedi memastikan komoditas minyak goreng dari segi harga juga masih terbilang terkendali.
“Relatif harganya di bawah harga eceran tertinggi yaitu Rp15.500. Ya, cukup aman. Ini kita gelontorkan terus, sudah kita selalu koordinasi dengan pemerintah daerah khususnya dengan tim TPID untuk memantau ketersediaan Minyakita kita di pasar-pasar,” ucap Dedi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....