Kuatkan Ketahanan Pangan, Warga Keparakan Diedukasi Pembuatan Olahan Pangan B2SA

  • 25 Jul 2026 11:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan, warga Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta turut mengikuti pelatihan olahan ketahanan pangan berbasis beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). Pelatihan digelar di Kantor Kelurahan Keparakan, Rabu, 22 Juli 2026. Peserta meliputi puluhan ibu rumah tangga hingga kader PKK.

Lurah Keparakan Yusuf Ahbari mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat Kelurahan Keparakan tahun 2026 dalam mendukung Gerakan Ketahanan Pangan Nasional. Dia menambahkan, pelatihan juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat kelurahan melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang diolah secara tepat sesuai prinsip B2SA.

Peserta diajarkan cara mengolah bahan makanan agar tetap bergizi, memiliki komposisi gizi yang seimbang, aman dikonsumsi, serta mendukung pola hidup sehat. Ada sejumlah materi yang disampaikan. Diantaranya materi pentingnya ketahanan pangan berbasis rumah tangga, prinsip B2SA dalam penyusunan menu sehari-hari, teknik pengolahan pangan yang mempertahankan kandungan gizi, dan keamanan pangan seperti higienis, penyimpanan, dan pencegahan kontaminasi.

Usai penyampaian materi, peserta juga mempraktikan secara langsung pembuatan makanan berbasis B2SA. Sesi praktik menjadi bagian paling dinamis. Peserta langsung mempraktikkan pembuatan berbagai olahan makanan berbasis B2SA. Seperti chicken cheese ball, rolade bayam, dan sari kacang hijau. Yusuf menuturkan pihaknya turut menghadirkan UPT Puskesmas Mergangsan dan pelaku usaha kuliner sebagai narasumber.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan beras, tetapi juga bagaimana setiap keluarga mampu menyajikan makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman setiap hari. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu dan keluarga dalam menghadapi tantangan pangan ke depan,” kata Yusuf.

Salah satu peserta pelatihan, Woro mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Dia kerap merasa bingung dengan pemilihan menu makanan sehari-hari. Berbagai materi dan praktik yang dilakukan selama pelatihan bisa menjadikan referensi baginya untuk memilih menu makanan yang bergizi seimbang.

“Selama ini kami sering bingung variasi menu yang sehat untuk anak-anak. Setelah ikut pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengolah bahan murah yang ada di pasar menjadi makanan bergizi dan anak-anak suka,” ujar Woro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....