Pengembangan Pantai Selatan Gunungkidul Harus Perhatikan Tata Ruang

  • 24 Feb 2026 00:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kawasan Pantai Selatan DIY khususnya di Kabupaten Gunungkidul, punya daya tarik tinggi bagi para investor untuk melakukan pengembangan destinasi. Namun, upaya untuk mengoptimalkan potensi pariwisata di kawasan tersebut menuai sorotan masyarakat.

Terutama setelah Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan, agar wisata Pantai Selatan di Gunungkidul tidak tumbuh dengan pola pengembangan seperti di Pulau Bali. Pakar Kebijakan Pariwisata UMY Sakir Ridho Wijaya menilai, penegasan Sri Sultan harus dimaknai sebagai peringatan strategis.

”Ketika suatu daerah dikembangkan menjadi destinasi wisata, jangan hanya mengejar pertumbuhan yang cepat, tetapi rapuh dan tidak berkelanjutan,” katanya, Senin, 23 Februari 2026.

Apalagi jika pertumbuhan itu tidak berdampak positif terhadap masyarakat lokal dan lingkungan. Sakir menilai, ini bukan soal anti investasi, namun untuk memastikan pertumbuhan tetap terkendali dan memberi manfaat jangka panjang.

Setiap daerah di Indonesia, memiliki kekhasan yang tidak bisa disamakan dengan destinasi lain. Karena, upaya menyeragamkan konsep wisata justru berisiko menghilangkan karakter asli suatu wilayah dalam konteks Gunungkidul.

Maka disini, pentingnya pengendalian tata ruang dan pengelolaan lingkungan. Terutama terkait bentang alam kawasan karst dan keterbatasan sumber daya air yang selama ini menjadi isu krusial di Bumi Handayani itu.

“Destinasi wisata harus memiliki citra dan kekhasan tersendiri,” ujarnya. ”Orang bisa bertanya, mengapa harus jauh-jauh ke Yogyakarta jika pengalaman yang didapat sama seperti di tempat lain.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....