Pemkab Sleman Tuntaskan Problem Kemiskinan lewat “Satu Taskin”
- 19 Feb 2026 16:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Pemkab Sleman berupaya untuk menuntaskan persoalan kemiskinan melalui program Sinergi Aksi untuk Pengentasan Kemiskinan (Satu Taskin). Program ini diinisiasi oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kapanewon Ngemplak.
Program Satu Taskin TPK Kapanewon Ngemplak merupakan inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk menjembatani seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, swasta, dan masyarakat serta menciptakan sinergi sumber daya dan pendanaan. Dengan demikian kontribusi dari masing-masing pihak dapat lebin terarah, dan efektif.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa turut meluncurkan program ini di Kantor Kapanewon Ngemplak, Kamis, 19 Februari 2026. Danang mengaku mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif menginisiasi Program SATU TASKIN Kapanewon Ngemplak ini. Diharapkan dengan adanya program ini, upaya penanggulangan kemiskinan di wilayah Kapanewon Ngemplak dapat lebih terarah dan efektif.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan melalui program Satu Taskin. Saya berterima kasih atas seluruh lintas sektor yang ikut terlibat dan membantu berjalannya program ini,” ucap Danang, Kamis, 19 Februari 2026.
Plt. Panewu Ngemplak, Tri Akhmeriyadi, menyebutkan rencana anggaran dan biaya program Satu Taskin tahun 2026 mencapai Rp 287 juta. Terdiri dari pelaksanaan bantuan rehabilitasi rumah atau jambanisasi sebanyak 10 Unit, bantuan sosial paket sembako per bulan 15 orang, dan pelaksanaan pelatihan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga miskin sejumlah 20 orang.
“Program ini juga didukung oleh para donator. Program Satu Taskin ini juga mendapat komitmen sinergi dari Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Lembaga Lazis UNISIA Badan Wakaf UII Yogyakarta,” kata Tri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....