Pemkab Bantul Perkuat Integrasi Data untuk Percepat Penanggulangan Kemiskinan

  • 31 Jul 2026 18:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan penurunan angka kemiskinan pada tahun ini berada di bawah angka 10 persen. Pada tahun 2025, angka kemiskinan di Bumi Projotamansari masih menyentuh angka 11,54 persen.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta menegaskan komitmen Pemkab Bantul dalam memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan melalui integrasi data penerima program bantuan. Langkah ini dinilai krusial agar berbagai program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

“Kami akan melakukan integrasi data penerima program penanggulangan kemiskinan baik yang bersifat pemberdayaan maupun pengurangan beban, dengan total 103 program dari 13 OPD. Harapannya agar penanggulangan kemiskinan bisa berjalan tepat sasaran dan mengurangi duplikasi penerima manfaat,” ucapnya saat agenda coffee morning di Rumah Dinas Wakil Bupati, Jumat, 31 Juli 2026.

Selain itu, integrasi data diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah, serta memperkuat proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada data yang akurat. Aris pun menilai bahwa upaya tersebut memerlukan sinergi berbagai pihak agar mencapai hasil yang maksimal.

“Terkait penanggulangan kemiskinan ini, memang merupakan salah satu prioritas dari pembangunan yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Harapannya nanti angka kemiskinan tahun 2026 bisa turun hingga di bawah 10 persen,” ujarnya.

Aris menambahkan, angka kemiskinan di Bumi Projotamansari disebabkan oleh beberapa faktor. Dua di antaranya yakni masih ada warga yang belum mendapatkan pekerjaan tetap, serta buruknya manajemen keuangan dari keluarga baru.

“Jadi masih ada warga yang pengangguran, kemudian ada pengantin baru yang memang belum siap untuk mengatur keuangan keluarga. Itu beberapa faktor pendorong angka kemiskinan di Bantul,” katanya.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta saat menjelaskan paparannya dalam agenda coffee morning di Rumah Dinas Wakil Bupati, Jumat, 21 Juli 2026. (Foto: RRI/Aji Permono)

Untuk itu, pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada calon pengantin terkait manajemen keuangan yang baik. Dengan demikian, para keluarga baru tersebut nantinya dapat mengatur penghasilan dan pengeluaran mereka secara optimal.

“Kami bekerja sama dengan OJK, dan sebentar lagi akan menyelenggarakan sosialisasi kepada calon pengantin. Jadi akan diberikan edukasi untuk melatih pemikiran mereka agar siap mengatur keuangannya dengan baik,” ucapnya menambahkan.

Selain itu, berbagai program bantuan akan terus digencarkan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Meski kemampuan fiskal Pemkab Bantul saat ini juga terbatas, Aris menilai bahwa pengentasan kemiskinan harus tetap diprioritaskan.

“Kami akan terus memaksimalkan pendapatan untuk memberikan bantuan berupa uang tunai, pelatihan wirausaha, kemudahan akses pendidikan, hingga program padat karya yang harapannya mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan,” ujar Aris.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....