Tiga Cara Bank Lawan Kejahatan Daring

  • 15 Feb 2026 14:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Beragam kejahatan daring dengan metode phishing membuat beberapa Bank di Indonesiamulai meningkatkan kewaspadaannya, seperti halnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) semakin menguatkan sistem keamanan perusahaan. BCA juga selalu berkomunikasi dengan nasabah yang menjadi korban, dan melakukan investigasi lebih lanjut atas kejahatan yang terjadi.

SVP IT Security BCA Ferdinan Marlim mengatakan, ada tiga hal yang menjadi fokus BCA untuk melawan berbagai kejahatan daring. Tiga hal tersebut adalah manusia (people), proses (process), dan teknologi (technology).

Pada aspek people, BCA selalu menyosialisasikan awareness kepada karyawan dengan mengingatkan tentang bahaya phishing dan modus kejahatan siber lain. Simulasi juga dilakukan dengan mengetes para karyawan. Melihat berapa banyak orang yang meng-klik dan terpancing situs palsu dalam simulasi.

Tes tersebut dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh karyawan mengenal bahaya modus kejahatan seperti phishing. Setelah tes dilakukan, BCA lantas melakukan upaya agar kesadaran dan tingkat awas karyawan terkait phishing terus meningkat.

Aspek people atau manusia juga dilakukan dengan menerapkan peningkatan kapabilitas tim keamanan. Termasuk dengan mengambil sejumlah sertifikasi untuk staf dan mengikuti framework internasional keamanan siber. Beberapa framework tersebut berasal dari National Institute of Standards and Technology (NIST) Cybersecurity Framework (CSF). Semuanya berpusat kepada manajemen risiko strategis. Seperti identify (mengenali), protect (melindungi), detect (mendeteksi), respond (menanggapi), recover (memulihkan), dan govern (mengatur).

Ferdinan menjelaskan pada aspek technology) BCA mengambil sertifikasi-sertifikasi ISO terkait keamanan sistem informasi, termasuk untuk jasa pembayaran dan privacy data. BCA juga memiliki Security Monitoring Center yang merupakan tim untuk mengawasi keamanan siber perusahaan sepanjang waktu. Proteksi berlapis juga diterapkan demi memastikan tidak ada celah bagi penjahat untuk bisa masuk.

Untuk aspek process langkah-langkah transaksi dilakukan sesuai prosedur. Termasuk dalam hal penanganan keluhan pelanggan, BCA tidak lepas tangan ketika ada nasabah yang menjadi korban phishing atau kejahatan daring lain. Ada beberapa langkah yang biasa dilakukan BCA ketika mendapatkan laporan dari nasabah.

Langkah awal, BCA melakukan investigasi dan pengecekan untuk memastikan laporan yang diterima. Setelah itu, BCA akan berupaya membantu nasabah seoptimal mungkin. Termasuk berkoordinasi dengan lembaga keuangan lain apabila uang nasabah yang menjadi korban ditransfer pelaku ke rekening di luar BCA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....