Tradisi Nyekar di Bantul Membawa Berkah bagi Penjual Bunga
- 15 Feb 2026 11:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Memasuki bulan Sya’ban atau yang dalam kalender Jawa dikenal sebagai bulan Ruwah, geliat tradisi masyarakat mulai terasa di berbagai sudut Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menjadi bulan yang diagungkan dalam Islam sebagai waktu diangkatnya amal manusia, Sya’ban juga identik dengan tradisi Nyekar atau ziarah kubur.
Tradisi ini tidak hanya dijalankan oleh umat Muslim sebagai persiapan spiritual menjelang Ramadan, namun juga diikuti oleh warga non-muslim sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para leluhur yang telah tiada.
Meningkatnya intensitas warga yang melakukan ziarah memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pedagang bunga musiman. Di Pasar Bantul, harga bunga tabur mengalami kenaikan signifikan seiring tingginya permintaan.
Ibu Urip, salah satu penjual bunga di Pasar Bantul, mengungkapkan bahwa harga paket bunga mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat dibanding hari biasa.
"Bunga mawar merah dan putih, kantil, serta tlasih satu paketnya di bulan Sya’ban dibanderol Rp5.000. Padahal di luar bulan Sya’ban, harganya hanya sekitar Rp2.000," ujar Ibu Urip.
Lonjakan peziarah diprediksi akan mencapai puncaknya pada H-1 Ramadan, di mana warga berbondong-bondong memadati tempat pemakaman umum untuk mendoakan keluarga mereka. Berkah ekonomi bagi para pedagang ini biasanya sudah mulai dirasakan sejak 10 hari sebelum bulan puasa tiba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....