Ciri-Ciri Manusia yang Dirindukan Surga

  • 14 Feb 2026 04:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Surga merupakan cita-cita tertinggi bagi setiap umat Muslim. Namun, tahukah Anda bahwa bukan hanya manusia yang merindukan surga, tetapi surga pun bisa merindukan golongan manusia tertentu?

Ustadz Wawan Wikasno, dalam kajian "Mutiara Pagi" yang disiarkan Pro 1 RRI Yogyakarta, Jumat 13 Februari 2026 mengatakan, surga itu merindukan 4 golongan manusia, sesuai dengan hadist yang berbunyi "Surga itu sangat kangen dengan empat golongan ini," siapa saja yang dirindukan surga, berikut 4 golongan manusia yang dirindukan surga:

1. Orang yang Gemar Membaca Al-Qur'an

Golongan pertama adalah mereka yang lisannya senantiasa basah dengan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah pedoman hidup (dustur) bagi umat Islam. Keutamaan membaca Al-Qur'an, di mana setiap khatamnya akan menurunkan rahmat Allah dan didoakan oleh ribuan malaikat.

2. Orang yang Menjaga Lisannya

Menjaga tutur kata menjadi poin krusial. Ustadz Wawan mengingatkan pentingnya prinsip "berkata baik atau diam". Di tengah masyarakat, menjaga lisan bukan hanya soal menghindari dosa, tetapi juga bentuk kemuliaan akhlak yang membuat seseorang dirindukan oleh surga.

3. Orang yang Memberi Makan Mereka yang Kelaparan

Kepedulian sosial menjadi golongan ketiga. Pentingnya membantu sesama, terutama mereka yang kekurangan pangan. Beliau juga sempat menyinggung rasa prihatinnya terhadap fenomena sosial di mana masih ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sembari mengingatkan bahwa rezeki dan pertolongan Allah seringkali datang melalui doa orang-orang yang lemah di sekitar kita.

4. Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadan

Golongan terakhir adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Mengingat waktu yang kian mendekati bulan mulia tersebut, Ustadz Wawan mengajak pendengar untuk mempersiapkan diri agar bisa meraih derajat takwa melalui puasa, sehingga menjadi pribadi yang dinantikan oleh pintu-pintu surga.

Melalui siaran ini, diharapkan masyarakat tidak hanya sekadar mengetahui teori keagamaan, tetapi juga mampu mengimplementasikan keempat nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari guna meraih keridaan Sang Pencipta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....