Perbedaan Nikmat Dunia dan Akhirat

  • 21 Jul 2026 14:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Meninggalkan dunia dan menuju kehidupan yang abadi yakni akhirat.

Tidak ada yang benar-benar tahu kapan akan berpulang. “Sesungguhnya Allah telah menyiapkan kenikmatan-kenikmatan yang sangat indah di surga kelak,” ucap Ustad Teguh Khaitullah, S.Sos dari Bina Ruhani Islam RS. PKU Muhammadiyah Gamping dalam Mutiara Pagi beberapa hari lalu.

Allah berfirman dalam sebuah ayat yang artinya : Aku telah menyiapkan bagi hamba-hambaKu yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di benak manusia. Oleh karena itu, hendaknya setiap kaum muslim tidak terperdaya dengan kenikmatan dunia yang sifatnya sementara.

“Ada beberapa perbandingan antara kenikmatan dunia dan akhirat,” tambah Ustad Teguh dalam tausiyahnya. Diantaranya :

  1. Kenikmatan dunia pasti akan hilang dan sirna. Adapun kenikmatan akhirat adalah kenikmatan yang abadi.

    Allah berfrman dalam sebuah ayat yang artinya : Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan.

    Allah juga menyebutkan, "Kehidupan dunia itu seperti senda gurau yang cepat sirna, seperti hujan yang turun menumbuhkan tanaman, lalu kering, lalu rusak dan hancur. Sehingga kenikmatan dunia hanya sementara.

  2. Kenikmatan dunia tidak bisa dinikmati selalu, adapun kenikmatan akhirat senantiasa bisa dinikmati.

    Hal ini selaras dengan firman Allah tentang buah-buahan di akhirat. Allah berfirman dalam Alquran bahwa buah-buahan yang ada di akhirat tak henti-henti dan naungannya pun demikian pula. Sedangkan di dunia buah-buahan hanya muncul pada musim tertentu. Buah tersebut tidak bisa tersedia di setiap waktu.

  3. Kenikmatan dunia diraih dengan penuh kepayahan. Adapun kenikmatan akhirat diraih tanpa kepayahan sedikitpun. Contoh ketika manusia ingin minum di dunia, maka harus berjalan untuk mengambilnya. Tetapi di akhirat kelak manusia beriman dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas ataupun cerek.

    Minuman diambil dari air yang mengalir. Mereka tidak perlu berjalan untuk mengambil minuman. Tetapi minuman mereka tersedia dan diantarkan kapan saja mereka inginkan. Sementara kenikmatan dunia diraih dengan penuh perjuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....