APSI Kulon Progo Soroti Dugaan Penganiayaan Satpam Nanggulan
- 05 Feb 2026 16:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO – Aksi penganiayaan terjadi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nanggulan, pada Senin 2 Februari 2026 malam. Seorang pemuda berinisial MFM (19), warga Sleman, Satpam di rumah sakit tersebut, menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sejumlah orang yang belum diketahui identitasnya.
Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) DPC Kulon Progo, Muchtar Ansori, menyampaikan keprihatinan atas kejadian penganiayaan yang menimpa MFM, petugas Satpam saat sedang bertugas di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan. Aksi kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang sedang mengantarkan rekannya ke RS PKU Muhammadiyah Nanggulan.
"Kami turut prihatin atas terjadinya insiden yang menimpa salah satu Satpam rekan kani yang sedang bertugas di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan," ujarnya.
Sebagai mitra strategis Polri, ujar Muchtar, APSI Kulon Progo mendorong Polres Kulon Progo bergerak cepat dalam menangani kasus ini.
"Kami dalam hal ini APSI sebagai mitra strategis Polri, dalam hal ini Polres Kulon Progo, mendorong Polres Kulon Progo agar segera menangkap pelaku-pelaku pengeroyokan. Selanjutnya segera diumumkan kepada publik dan diproses secara hukum yang seadil-adilnya," ujar Muchtar.
Muchtar menghimbau seluruh jajaran pengurus dan anggota APSI di wilayah Kulon Progo agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi dan bersabar. Kepercayaan penuh harus diberikan kepada pihak kepolisian dalam menyelesaikan perkara ini.
"Semoga jajaran Polres Kulon Progo bisa segera menuntaskan kejadian yang terjadi terhadap rekan kita salah satu Satpam yang ada di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan, Kulon Progo," ucapnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB saat sejumlah orang datang mengantarkan pasien ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nanggulan.
"Saat menunggu, beberapa rekan pasien berbicara dengan nada keras dan kemudian diingatkan oleh perawat. Mereka kemudian pindah ke depan pintu UGD sambil merokok," ujarnya.
Melihat hal ini, korban MFM kemudian mengingatkan agar tidak merokok di tempat parkir. Namun, teguran tersebut justru memicu konflik dengan pelaku. Salah satu pelaku, mendadak menyundul kepala korban hingga menyebabkan luka pada bibir bawah.
Suasana panas berlanjut sekira pukul 22.40 WIB. Saat itu Korban dipanggil pelaku ke tempat parkir dengan alasan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi sebelumnya di depan UGD.
"Korban diminta masuk ke dalam mobil namun kemudian menolak. Selanjutnya terjadi cekcok kembali, dimana korban dipukul beberapa orang di bagian wajah," ucapnya.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka memar dan nyeri pada bagian wajah. Penganiayaan ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas para pelaku dan siapa saja yang terlibat dalam aksi pemukulan tersebut," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....