Masyarakat Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi
- 01 Feb 2026 06:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Berdasarkan citra radar cuaca DIY, Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprediksi Yogyakarta akan diguyur hujan ringan hingga deras, Minggu pagi, 1 Februari 2026. Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono mengatakan pada siang hingga sore hari hujan sedang-lebat diprediksi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara-tengah, dan Gunungkidul bagian selatan.
“Pada malam hari potensi hujan sedang di Kulon Progo bagian selatan-tengah. Potensi hujan ringan di Bantul bagian selatan-tengah, dan Gunungkidul bagian selatan,” kata Warjono, Minggu, 1 Februari 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro mengatakan musim hujan diperkirakan masih akan terjadi hingga awal Maret 2026. Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap berbagai bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor. Dia menyebut potensi bencana hidrometeorologi ini bisa terjadi merata di semua kapanewon di Kabupaten Sleman. Namun, berdasarkan catatannya wilayah Sleman sisi utara merupakan wilayah yang paling banyak terdampak.
“Kalau bisa ya update cuaca lewat informasi di BMKG. Kita tahu kondisinya seperti ini. Kemudian mitigasi-mitigasi internal lah kita sendiri. Pohon-pohon yang sekiranya membahayakan dengan mitigasi (dipangkas),” kata Bambang.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Haris Martapa mengatakan setidaknya ada 40 titik yang terdampak angin kencang pada 23-25 Januari 2026. Dampak paling parah terjadi di Kapanewon Pakem. Ada pula pohon tumbang di sekitar Polsek Bulak Sumur yang menimpa dua orang hingga meninggal dunia. Selain memangkas pohon yang sudah terlalu tinggi, Haris juga diimbau untuk memperhatikan saluran air. Jika tersumbat, dikhawatirkan akan menimbulkan genangan saat hujan deras tiba.
“Kemudian juga kami imbau juga kepada seluruh masyarakat kalau hujan deras dan angin sebaiknya kalau tidak sangat-sangat segera untuk juga berhenti dulu. Juga rumahnya masing-masing, dari rumah itu juga dilihat apakah ada yang keropos,” ujar Haris.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....