Lesbumi PWNU DIY Gelar Festival Buku Budaya Islam
- 31 Jan 2026 06:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia PWNU DIY menyelenggarakan acara Islamic Book and Culture Festival tahun 2026 di Gedung The Ratan yang berlokasi di Panggungharjo Sewon Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa,27 Januari sampai 2 Februari 2026.
Acara ini menghadirkan berbagai macam pameran buku serta karya seni rupa. Para pengunjung dapat menikmati sajian literasi Islam yang sangat mendalam sambil menyaksikan pertunjukan musik sastra pada panggung budaya tersebut.
Ketua Lesbumi PWNU DIY Yusuf Effendi menyatakan bahwa acara ini terselenggara dengan begitu meriah meskipun persiapannya terkesan sangat mendadak. Beliau juga menambahkan bahwa para Banom NU memang sangat guyup dalam bekerja sama memeriahkan agenda besar satu abad ini.
"Acara ini terselenggara dengan begitu meriah meskipun terkesan sebetulnya mendadak karena seluruh panitia bekerja keras secara maksimal setiap hari. Para banom NU memang sangat guyup dalam memeriahkan acara ini sehingga semua kendala teknis dapat teratasi dengan sangat baik," ujar Yusuf.
Yusuf sangat bersyukur karena semangat kebersamaan warga Nahdliyin mampu mewujudkan festival literasi yang sangat luar biasa bagi masyarakat umum. "Semoga kegiatan ini menjadi wasilah bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta seni budaya yang bersumber pada nilai Islami di Nusantara," ujarnya.
Pameran buku ini menjadi ruang pertemuan yang sangat strategis antara kalangan pesantren akademisi seniman penerbit buku dan masyarakat luas. Tema Sanad yang diangkat mengajak publik untuk melihat Islam sebagai proses pewarisan ilmu serta kebudayaan secara terus menerus.
Festival ini juga dimeriahkan oleh berbagai workshop kreatif seperti membuat coaster rajut menggambar objek tanaman hingga teknik cetak tinggi. Seluruh rangkaian workshop tersebut dipandu oleh para instruktur berpengalaman yang berkomitmen membagikan keahlian seni mereka kepada seluruh peserta acara.
Narasumber terkemuka seperti Dr Fahrudin Faiz dan Kalis Mardiasih turut hadir memberikan pencerahan melalui sesi diskusi serta bedah buku. Kehadiran tokoh-tokoh besar tersebut memberikan warna tersendiri dalam menggali kedalaman makna sejarah Islam yang tumbuh bersama tradisi literasi.
Dukungan penuh dari berbagai pihak seperti Lazis PWNU DIY dan Pemerintah Kabupaten Bantul turut memperkuat jalannya acara festival budaya. Kolaborasi antara organisasi masyarakat dengan instansi pemerintahan membuktikan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting untuk mensukseskan agenda besar ini.
Penampilan spesial dari Kiai Kanjeng yang dipandu oleh Mas Helmy Mustofa menjadi salah satu agenda yang sangat dinantikan pengunjung. Suasana malam di lokasi acara semakin syahdu dengan lantunan musik religius yang menggugah jiwa seluruh hadirin yang datang.
Pihak panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir meramaikan festival yang dibuka setiap hari mulai jam sembilan pagi tersebut. Melalui kunjungan ini masyarakat diharapkan dapat lebih mencintai dunia literasi serta menghargai warisan budaya yang ditinggalkan para pendahulu.
Acara Islamic Book and Culture Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus konsisten dalam merawat nalar dan kemanusiaan. Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong warga Nahdliyin tetap kuat sepanjang masa depan. (ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....