Pekerja Migran Sektor Agro Indonesia Dibekali Peningkatan Kemampuan

  • 25 Jan 2026 10:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) menjalin kerja sama dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara. Kerja sama ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan keterampilan calon pekerja migran di sektor agro dengan pelatihan dan sertifikasi.

Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan sektor perkebunan tumbuh dan berkembang dengan baik di luar negeri, seperti Jepang dan Malaysia. Sehingga peluang untuk menyiapkan tenaga profesional dan andal ini sangat besar.

“Utamanya bahwa Agro Migrant Training Centre ini dioptimalkan tidak hanya dari sisi low skill tetapi juga midle dan high skills,” katanya saat penandatanganan nota kerja sama di LPP Agro Nusantara, Sabtu, 24 Januari 2026.

Dzulfikar berharap ke depan hal ini menjadi upaya bersama agar pekerja migran bisa menjadi arus utama dalam pengembangan kemampuan dan profesionalisme anak muda Indonesia. Karena di masa lalu, sektor pekerja migran ini sempat menjadi penolong ekonomi Indonesia ketika sektor lainnya anjlok.

Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo mengatakan pihaknya menyiapkan pelatihan dan sertifikasi sebagai bekal para pekerja migran di sektor agro. Pihaknya juga mendesain pelatihan dans sertifikasi tersebut agar disesuaikan dengan karakteristik negara tujuan para pekerja.

“Secara teknis dan kebutuhan di sana, standarnya kami sesuaikan permintaan dari negara tujuan itu. Kami sesuaikan dan masukkan dalam kurikulum, termasuk untuk mental dan sebagainya,” ujarnya.

Berdasarkan data penempatan pekerja migran Indonesia saat ini mencapai 296.948 orang. Dengan negara tujuan terbanyak di Taiwan. Dari jumlah tersebut, 63,94 persen terkonsentrasi pada lima pekerjaan, yakni house maid, caregiver, plantation worker, worker, dan domestic worker. Sehingga mayoritas masih berada di sektor dengan keterampilan rendah.

Dengan pembentukan migrant training centre dalam sektor agro ini diharapkan para pekerja migran kemudian bisa meningkatkan kemampuan mereka. Tidak hanya secara teknis tetapi juga soft skill. Sehingga mereka memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tawar dan daya saing tenaga kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....