PDI Perjuangan Kulon Progo Gelar Doa Bersama
- 24 Jan 2026 11:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Memperingati hari ulang tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-53 sekaligus hari lahir ke-79 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, DPC PDI Perjuangan Kulon Progo menggelar aksi sosial dan spiritual di Komplek Masjid Zainul Ikhsan, Kapanewon Galur Kulon Progo, Jumat 23 Januari 2026. Acara yang diisi dengan potong tumpeng bersama rakyat dan penebaran benih ikan untuk merawat Pertiwi, di sekitaran Jembatan Kabanaran yang dipimpin oleh Ketua DPC PDIP Kulon Progo Fajar Gegana bersama puluhan kader PDIP. Agenda ini menjadi momentum penguatan spiritualitas dan tanggung jawab sosial kader.
Bendahara DPD PDI Perjuangan DIY, Akhid Nuryati, menjelaskan, melalui acara tumpengan ini merupakan bentuk doa PDIP Kulon Progo untuk Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang sudah berusia 79 tahun. Tumpengan ini juga menjadi simbol berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Tumpeng itu mengandung arti kita mengerucutkan berserah diri. PDI Perjuangan dengan momentum ini kemudian secara spiritualitas meningkatkan keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengerucut kemudian nilai sosialnya adalah menjaga lingkungan, jadi keseimbangan antara ketuhanan dan juga lingkungan, sosial dan alam itu menjadi simbolnya tumpengan tadi," ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.
Akhid menuturkan, nilai sosial dari kegiatan ini yakni komitmen PDIP Kulon Progo menjaga lingkungan demi mewujudkan keseimbangan antara Ketuhanan dan juga lingkungan apa sosial dan alam.
"Dalam Rakernas Ketua Umum juga menginstruksikan menginstruksikan seluruh kader untuk terus menjaga lingkungan. Di mana tanggal 18 kemarin, DPC PDI Perjuangan dalam ulang tahunnya juga mengadakan penanaman pohon, pohon-pohon yang produktif.," katanya.
"Dengan menanam pohon, ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk memberikan keberlangsungan pada generasi kedepannya. Menanam dan juga apa menyebarkan ataupun mengajarkan kesabaran karena menunggu pohon tumbuh itu kan butuh kesabaran," ucapnya.
Akhid menjelaskan, pihaknya akan tetap berkomitmen memberikan kontribusi positif khususnya bagi masyarakat Kulon Progo. Selain mengkritisi beberapa persoalan aktual, PDI Perjuangan juga menawarkan solusi konstruktif agar program tersebut lebih optimal. Seperti dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal melalui Kelompok Dasawisma atau lingkungan kalurahan.
Sementara untuk lokasi pusat kegiatan, Akhid menyebutkan adanya alasan historis dan strategis. Secara historis, Galur merupakan tempat di mana Presiden Soekarno pernah menapakkan kaki dan mencetuskan perubahan menjadi Samudera Indonesia.
"Karena Galur merupakan wilayah di mana suara PDI Perjuangan masih tergolong lemah, maka kami ingin mengenalkan kembali kepada masyarakat Galur bahwa di usia ke-53 ini, PDI Perjuangan semakin matang dalam berpikir, bertindak, dan berpolitik. Kami hadir dengan kepedulian nyata, seperti menjaga kebersihan lokasi tanpa menyisakan satu pun sampah," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....