Soal Malioboro Full Pedestrian, Wali Kota: Masih Identifikasi

  • 05 Des 2025 07:06 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Pemkot Yogyakarta berencana akan memberlakukan kawasan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian. Uji coba larangan masuk bagi kendaraan bermotor di Malioboro seharian penuh sebelumnya juga sudah dilaksanakan pada 1-2 Desember 2025. Namun, aturan full pedestrian turut memberikan dampak salah satunya adalah kemacetan.

Gubernur DIY Hamengkubuwono X mendorong Pemkot Yogyakarta untuk melakukan identifikasi kekurangannya terlebih dahulu. Utamanya untuk mencari persoalan yang menjadi imbas dari penerapan full pedestrian di Malioboro. Terlebih banyak pelaku pariwisata seperti pengendara becak dan andong yang setiap hari beraktivitas di Malioboro yang membutuhkan tempat untuk parkir. Ini juga menjadi arah pembahasan terkait mungkin atau tidaknya aturan full pedestrian jika diberlakukan pada tahun depan.

“Dengan percobaan ini kan kita bisa mengambil manfaat yang ada sehingga pembahasan itu bisa lebih realistis. Mampu tidak kita memperbaiki kekurangan tempat parkir misalnya. Atau mungkin busnya harus pindah keluar. Ini persoalan-persoalan kan yang harus diselesaikan lebih dulu,” ujar Sultan saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (4/12/2025).

Sejalan dengan Sultan, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menuturkan pihaknya tengah melakukan identifikasi masalah terkait dengan penerapan aturan full pedestrian di Malioboro. Termasuk menyiapkan kemungkinan jika harus memindahkan pedagang di sirip-sirip Jalan Malioboro hingga ketersediaan kantong parkir.

“Di kawasan kampung Tionghoa misalnya itu di daerah-daerah belakang BPD, itu kan daerah yang bagus dan strategis mungkin bisa juga dikembangkan untuk menjadi space yang menjadi untuk parkir, cadangan parkir,” kata Hasto.

Alih-alih menyebut full, Mantan Bupati Kulon Progo ini mengatakan aturan pedestrian di Malioboro masih berlaku secara parsial sembari terus melakukan identifikasi. Hasto mengaku Sultan turut menginstruksikan untuk mengurangi tekanan di Malioboro. Misalnya dengan menghidupkan Terminal Giwangan sebagai lokasi parkir bus wisata yang masuk ke Kota Yogyakarta. Di sisi lain, Hasto memastikan aturan full pedestrian tak diberlakukan pada agenda besar Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang rencananya akan dilaksanakan di kawasan Malioboro.

“Warga masyarakat sudah pada tanya, itu nanti ditutup lagi, saya bilang tidak itu. Jadi kalau toh ada atraksi dari Hakordia itu, kita akan tetap memberikan space untuk jalan, untuk jalan bis, untuk angkutan umum, kemudian juga untuk andong, untuk becak,” ujar Mantan Ketua BKKBN ini. (karin/Wulan/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....