Tak Sekadar Berkarya, Siswa SMK 3 Kasihan Bantul Dididik Jadi Wirausaha Muda

  • 31 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — SMK Negeri 3 Kasihan Bantul, yang lebih dikenal sebagai Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta, tidak hanya mendidik siswanya menjadi seniman. Sejak kelas 10, jiwa wirausaha juga ditanamkan secara terstruktur agar lulusannya kelak mampu mengubah karya seni menjadi sumber penghasilan yang nyata dan berkelanjutan.

Suranto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menjelaskan bahwa pendidikan kewirausahaan di SMSR tidak disampaikan lewat mata pelajaran formal, melainkan melalui program kokurikuler yang langsung mempraktikkan pengalaman berwirausaha.

"Kami sudah ajarkan kewirausahaan meskipun bukan dalam bentuk mapel, tapi dalam bentuk kokurikuler, di situ ada pernik-pernik kegiatan ekonomi kreatif seperti membuat cenderamata, gantungan kunci, dan bros yang sederhana," ucap Suranto saat wawancara di Pro 2 Jogja.

Program kokurikuler ini mencapai puncaknya lewat agenda tahunan bertajuk Pasar Tiban, yang digelar setiap 5 April bertepatan dengan hari ulang tahun sekolah. Dalam kegiatan ini, seluruh siswa kelas 10 dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang bertugas membuat, mengemas, sekaligus menjual produk mereka sendiri, mulai dari cenderamata hingga jajanan tradisional.

"Kami ingin mental kewirausahaan anak tumbuh sejak dini, bahkan bikin klepon atau telo (singkong) goreng pun harus dikemas yang bagus supaya yang beli itu suka, tidak hanya soal rasanya tapi packaging-nya juga harus menarik," ujar Suranto.

Semangat wirausaha ini pun terbukti membuahkan hasil nyata. Siswa konsentrasi seni patung, misalnya, sudah mampu memproduksi dan menjual souvenir bahkan sebelum mereka lulus sekolah.

"Anak-anak kami sebelum lulus sudah bisa jual cenderamata seperti gantungan kunci, asbak, miniatur Prambanan dan Borobudur, yang dititipkan ke mitra alumni kami yang punya jaringan distribusi di Malioboro, Prambanan, dan Borobudur," ungkap Suranto.

Kerja sama semacam ini terjalin berkat para alumni SMSR yang kini sukses menjadi juragan cenderamata di Yogyakarta dan secara aktif membuka peluang bagi adik-adik kelasnya. Sekolah pun secara rutin mendatangkan guru tamu dari kalangan alumni wirausahawan untuk berbagi pengalaman nyata kepada para siswa.

Pendekatan ini dinilai efektif karena siswa dapat melihat langsung bukti konkret bahwa lulusan sekolah seni mampu membangun usaha yang sukses, bahkan menembus pasar ekspor ke mancanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....