Makna Surat Ar-Rahman: Menjaga Keseimbangan Alam sebagai Bagian dari Ibadah

  • 15 Mar 2026 20:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam Alquran terdapat ayat yang diulang berkali-kali, yaitu kalimat “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” yang terdapat dalam Surah Ar-Rahman. Pengulangan ayat ini mengingatkan manusia agar selalu menyadari dan mensyukuri berbagai nikmat yang telah Allah berikan.

Jika kita melihat kondisi dunia saat ini, berbagai problematika seperti kerusakan lingkungan semakin nyata. Dalam konteks ini, pesan Surat Ar-Rahman terasa semakin relevan. Pada ayat 7–9 dijelaskan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dengan keseimbangan yang sempurna.

Ayat tersebut menegaskan bahwa bumi dan seluruh ciptaan Allah berada dalam sistem yang teratur. Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk menegakkan keseimbangan tersebut dengan adil dan tidak merusaknya. Pesan ini menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Dengan demikian, Alquran benar-benar menjadi penuntun bagi manusia di segala zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama makhluk dan dengan alam semesta.

Seperti yang disampaikan oleh Ustaz Danu Pranata, SE, MM dalam Tausiah Sholat Taraweh di masjid IC UAD, Minggu, 15 Maret 2026, bahwa seorang Muslim dituntut untuk memasuki Islam secara kaffah, yaitu menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Salah satu bentuk penerapannya adalah berbuat baik kepada seluruh makhluk di bumi.

Tausiah dari ustad Danu Pranata SE, MM dengan tema Memaknai Surah Ar Rahman, Minggu 15 Maret 2026. (Foto:RRI/Rini)

Memaknai Surat Ar-Rahman dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan. Misalnya, dengan lebih peduli terhadap pengelolaan sampah yang hingga kini masih menjadi masalah di Yogyakarta. Sayangnya, masih ada sebagian orang yang membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan dampaknya bagi lingkungan.

Bagi seorang Muslim, menjaga kebersihan bukan sekadar urusan duniawi. Kebersihan merupakan bagian dari ibadah, religiusitas, dan spiritualitas. Setiap tindakan baik, seperti menjaga kebersihan, merawat lingkungan, dan hidup tertib, adalah bagian dari menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.

Berbeda dengan sebagian orang yang memandang kebersihan hanya sebagai kepentingan praktis, dalam Islam setiap perbuatan baik memiliki nilai ibadah. Oleh karena itu, ketika seorang Muslim menjaga kebersihan dan kerapian, ia tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah.

"Apabila umat Islam mampu menjalankan ajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah sebagaimana tertulis dalam Alquran, maka nilai rahmatan lil ‘alamin — Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam — akan benar-benar dapat dirasakan oleh semua makhluk di bumi," katanya mengakhiri.

Tausiah Taraweh di Masjid IC UAD dikuti oleh warga masyarakat dilingkungan sekitar kampus dan keluarga civitas, dengan Imam Salat Isya dan Taraweh Riyan Faturahman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....