Pengawasan Pangan Temukan Kandungan Rhodamin B pada Makanan Takjil Gulali
- 09 Mar 2026 13:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tim Gabungan pengawasan pangan Kota Yogyakarta menemukan adanya kandungan zat pewarna sintetis berbahaya Rhodamin B pada salah satu sampel makanan di Kampung Ramadan Jogokariyan, Kota Yogyakarta. Temuan zat pewarna tekstil yang dilarang keras untuk konsumsi manusia ini ditemukan dalam pemeriksaan pada, Kamis, 5 Maret 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkesa) Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan, tim pengawasan pangan melakukan pengambilan sampel dan uji cepat menyasar jajanan. Total ada 19 jenis makanan yang diambil oleh untuk diperiksa, di Kantor Kelurahan Mantrijeron.
"Sudah kami periksa, ternyata memang ada satu makanan gulali ternyata mengandung Rhodamin B. Jadi ini pewarna yang tidak dibolehkan untuk makanan," katanya.
Emma menjelasakan, tim gabungan terdiri dari lintas instansi, mulai Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, serta BBPOM Yogyakarta. Pada pengambilan sampel difokus menyasar makanan-makanan yang secara tampilan fisik tampak mencurigakan, terutama yang berwarna mencolok.
"Jadi yang kami curigai itu yang warnanya mencolok, kemudian juga yang kemungkinan mengandung boraks atau pengenyal. Tadi juga ada mie pentil juga yang kami cek karena warnanya itu kuning sekali," ucapnya.
Adapun ragam makanan yang diperiksa selain gulali dan mie, juga ada berbagai kudapan populer seperti bakso pentol, sempol, es buah, nasi cumi, nasi teri, ketupat, hingga penganan tradisional cenil. Kabar baiknya, meski ditemukan zat pewarna pada gulali, sampel protein yang biasanya rawan penyalahgunaan bahan pengawet justru dinyatakan aman.
"Alhamdulillah, untuk ikan, cumi, dan bakso, yang biasanya rawan formalin, yang kami periksa hari ini hasilnya negatif. Semuanya aman," ujarnya.
Terkait temuan gulali mengandung Rhodamin B tersebut, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta segera melakukan pembinaan intensif kepada pedagang yang bersangkutan melalui Puskesmas Mantrijeron dan pihak Kelurahan. Dinkes juga akan berkoordinasi dengan panitia Kampung Ramadan Jogokariyan untuk memastikan setiap pedagang yang terdaftar mendapatkan edukasi mengenai keamanan pangan.
"Jadi ini akan ditindaklanjuti untuk pembinaan ke pedagangnya. Nanti kita juga koordinasi dengan panitia Kampung Ramadan," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....