Sidak Takjil di Pasar Bantul, BBPOM Yogyakarta Tak Temukan Bahan Berbahaya
- 25 Feb 2026 20:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menggelar pengawasan takjil di depan Pasar Bantul, Rabu, 25 Februari 2026 sore. Pengawasan dilakukan dengan metode rapid test atau uji cepat untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang terkandung dalam kudapan berbuka puasa tersebut.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Yogyakarta, Wulandari menjelaskan, kandungan berbahaya yang diperiksa yakni formalin, boraks, serta pewarna berbahaya seperti rhodamin B dan kuning metanil. Dari 10 ampel makanan yang diuji, hasilnya negatif dan dipastikan aman untuk dikonsumsi.
“Ada mochi warna merah, jeli, cincau, bakmi, agar-agar, bakso, tahu, es buah, dan udang keju. Setelah kami uji, hasilnya negatif dan tidak ditemukan bahan berbahaya,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat saat berbelanja kuliner untuk berbuka. Mengingat, bulan puasa selalu dibarengi dengan lonjakan pengunjung di sejumlah Pasar Ramadan.
“Bulan Ramadan itu ada kecenderungan dari masyarakat untuk berbuka dengan kuliner yang beragam. Tentu saja ini harus dibarengi dengan kewaspadaan dari makanan yang tidak aman dikonsumsi,” katanya.

Terkait risiko dari penggunaan bahan berbahaya lanjut Wulandari, akan berdampak pada kesehatan tubuh. Pasalnya, bahan-bahan tersebut akan mengendap di dalam tubuh dan menyebabkan gangguan kesehatan.
| Baca juga: Waspadai Emotional Consuming saat Buka Puasa |
“Bahan berbahaya tersebut akan mengendap di organ-organ tubuh dan nanti akan menggangu fungsi hati, otak, ginjal, dan sebagainya. Karena bahan-bahan akan terakumulasi dalam tubuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, masyarakat juga diminta untuk waspada dan lebih cermat dalam memilih makanan. Jika ditemukan makanan dengan tampilan dan bau yang tidak wajar, masyarakat wajib menghindarinya.
“Misalnya warnanya mencolok, rasanya getir, tidak mudah hancur, atau baunya menyengat itu harus waspada. Ditakutkan makanan tersebut tercemar bahan kimia atau substansi berbahaya lainnya,” ucapnya.
Selanjutnya, BBPOM Yogyakarta akan menggelar pengawasan serupa di kabupaten dan kota di seluruh DIY. BBPOM akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat terkait lokasi yang akan dikunjungi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....