Ramadan Jadi Penggerak Aktivitas Ekonomi Masyarakat

  • 28 Feb 2026 08:55 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY Edy Suandi Hamid melihat momentum bulan Ramadan, menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Terutama di kalangan pelaku UMKM.

Menurut Profesor Edy, peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadhan merupakan fenomena musiman. Dan secara statistik selalu tercermin dalam kenaikan pertumbuhan ekonomi maupun dinamika inflasi akibat pengaruh harga.

Lonjakan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan konsumsi, khususnya produk-produk UMKM, menjadi faktor utama pendorongnya. ”Ketika permintaan meningkat harga naik, itu hukum ekonomi,” kata Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta itu, Sabtu, 28 Februari 2026.

Namun yang perlu dijaga adalah, agar kenaikan harga tetap wajar dan tidak dipicu praktik spekulasi atau penimbunan barang. Maka, peran pemerintah daerah dibutuhkan, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan pokok.

”Intervensi seperti operasi pasar, pengawasan distribusi, dan kelancaran transportasi logistik dinilai krusial,” ujarnya. ”Agar rantai pasok tidak terganggu saat permintaan tinggi.”

Ia menambahkan, momentum Ramadhan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai masa panen sesaat bagi UMKM, tetapi sebagai peluang untuk naik kelas. Lonjakan omzet selama periode ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat modal usaha dan meningkatkan kapasitas produksi.

”UMKM harus berpikir jangka panjang, jangan seluruh keuntungan habis untuk konsumsi,” ujarnya. “Sebagian perlu disimpan atau diinvestasikan kembali sebagai modal, agar usaha bisa berkelanjutan setelah Lebaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....