Tips Sehat Puasa ala Wali Kota Yogyakarta, Istirahatkan Lambung

  • 25 Feb 2026 11:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bulan suci Ramadan tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi puasa mengajarkan kedisiplinan dalam pola hidup, termasuk dalam mengatur konsumsi makanan. Bulan ini menjadi momentum untuk menjaga kesehatan tubuh.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, saat mengisi ceramah Ramadan di Masjid Gedhe Kauman, Minggu, 22 Februari 2026. Menurutnya, ibadah puasa pada bulan Ramadan selain hukumnya wajib bagi umat Islam, juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan.

Hasto mengatakan, ibadah puasa dalam bulan Ramadan menjadi momentum untuk menjaga kesehatan tubuh. Menurutnya, dengan berpuasa sistem pencernaan khususnya lambung mendapatkan waktu istirahat dari aktivitas makan yang rutin dilakukan setiap hari. Puasa juga mengajarkan kedisiplinan dalam pola hidup, termasuk dalam mengatur konsumsi makanan.

“Dengan berpuasa, kita bisa mengistirahatkan lambung. Dengan pengaturan makan yang baik saat sahur dan berbuka, insyaallah tubuh kita akan semakin sehat,” ucapnya.

Hasto yang juga merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Obsgyn) mengingatkan masyarakat, agar tidak berlebihan saat berbuka puasa. Hal ini menjadi penting, sehingga manfaat kesehatan dari puasa tetap dapat dirasakan secara optimal.

Selain menyoroti aspek kesehatan, Hasto juga menekankan, bahwa bulan suci Ramadan harus memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut puasa sebagai perintah bagi orang-orang beriman yang seharusnya tercermin dalam perilaku dan sikap sosial.

“Puasa ini adalah perintah untuk orang beriman. Bagaimana kita mengecek iman kita? Salah satunya bisa kita lihat dari kebersihan, karena kebersihan merupakan sebagian dari iman,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya, karena persoalan sampah bisa selesai ketika semua elemen masyarakat termasuk pemerintah turut serta bertanggung jawab atas sampahnya.

“Permasalahan sampah bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kalau kita ingin kota ini bersih dan nyaman, maka semua harus ikut berperan,” katanya, menegaskan.

Hasto juga mengapresiasi suasana berbuka puasa di Masjid Gedhe Kauman yang dipadati jamaah, rasa salut juga disampaikan kepada pengurus dan masyarakat yang telah memakmurkan masjid melalui kegiatan berbuka puasa bersama dan penyediaan takjil bagi jamaah. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang datang untuk berbuka puasa bersama menjadi gambaran kemakmuran Islam yang sesungguhnya.

“Banyak jamaah datang untuk menikmati takjil di masjid ini. Jadi masyarakat memakmurkan masjid, dan masjid juga memakmurkan masyarakat,” katanya, menjelaskan.

Suasana hangat kebersamaan saat berbuka puasa di Masjid Gedhe Kauman, lanjutnya, menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang solidaritas sosial, kepedulian, dan penguatan ukhuwah di tengah masyarakat.

"Saya berharap momentum Ramadan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, kebersihan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Yogyakarta, sehingga dampaknya dapat dirasakan tidak hanya selama bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....