Puasa Memicu Peralihan Energi Tubuh

  • 26 Feb 2026 15:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Banyak orang merasakan tubuh lebih lemas pada hari-hari awal Ramadan, yang sering dianggap sekadar efek lapar dan haus. Padahal, secara biologis tubuh sedang menjalani proses adaptasi metabolik yang kompleks.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY Akhmad Edy Purwoko menjelaskan, ketika seseorang mulai berpuasa dan berhenti makan, tubuh segera memasuki fase transisi metabolik. Dalam beberapa jam pertama, terjadi perubahan kadar hormon yang memicu peralihan sistem energi.

”Ketika kita berhenti makan, dalam 4 sampai 6 jam pertama kadar glukosa darah mulai turun dan hormon insulin ikut menurun,” katanya, Kamis, 26 Februari 2026. ”Penurunan insulin ini menjadi kunci, karena insulin adalah hormon penyimpanan energi,”

Saat insulin turun, tubuh berhenti menyimpan energi dan mulai menggunakan cadangan yang sudah ada. Dalam kondisi normal setelah makan, insulin membantu memasukkan glukosa ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi atau disimpan sebagai cadangan.

Namun, saat puasa, tubuh justru mengaktifkan hormon lain seperti glukagon untuk menjaga kestabilan gula darah. Ketika gula darah menurun, glukagon meningkat dan hati mulai memecah glikogen, yaitu simpanan gula.

Setelah sekitar 8 sampai 12 jam, tubuh mulai beralih dari pembakaran glukosa ke pembakaran lemak. ”Proses ini disebut metabolic switching, yaitu peralihan sumber energi dari gula ke lemak,” ujarnya.

Menurutnya, setiap jaringan tubuh memiliki strategi adaptasi yang berbeda, karena sel-sel telah mengalami diferensiasi sesuai dengan fungsi masing-masing. Sel otak awalnya sangat bergantung pada glukosa karena tidak memiliki cadangan energi.

Namun, setelah tubuh beradaptasi, otak dapat memanfaatkan badan keton sebagai sumber energi alternatif yang lebih efisien bagi kerja mitokondria. Sementara itu, sel otot mula-mula menggunakan glikogen, lalu beralih ke pembakaran lemak.

”Jika puasa berlangsung terlalu lama tanpa asupan yang memadai, tubuh bahkan dapat memecah protein sebagai sumber energi terakhir.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....