Waspadai Emotional Consuming saat Buka Puasa
- 28 Feb 2026 10:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dosen Prodi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram Yogyakarta Dr. Bhenu Artha menilai, bulan Ramadan punya implikasi terdahap dinamika ekonomi rumah tangga. Terutama, disaat momentum buka puasa.
Bagi banyak orang, buka puasa memicu emotional consuming. Yaitu makan atau memberi berlebihan sebagai respons terhadap berbagai situasi, baik stress, kebosanan atau kebutuhan emosional.
”Emotional consuming saat buka puasa bukan sekadar kebiasaan makan,” katanya, Sabtu 28 Februari 2026. ”Ia adalah respons psikologis yang dipengaruhi perubahan rutinitas, tekanan sosial, dan harapan budaya terhadap hidangan istimewa.”
Dampaknya lebih bersifat simultan, dalam jangka pendek memberi kepuasan emosional. Tetapi jangka menengah hingga panjang dapat menimbulkan masalah kesehatan.
”Misalnya berat badan, dan gangguan pencernaan, serta tekanan finansial rumah tangga,” ucapnya.
Emotional consuming seringkali berujung pada pembelian berlebih dan sisa makanan yang terbuang. Hal ini menambah biaya riil bagi rumah tangga dan mengurangi efisiensi distribusi pangan.
Jika dipahami dengan baik, pola konsumsi ini bisa diarahkan ke pasar lokal, misalnya membeli takjil dari UMKM. Sehingga mendukung ekonomi mikro tanpa mendorong pemborosan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....