Menelusuri Tradisi Unik dan Hangat Ramadan di Negeri Para Nabi

  • 23 Feb 2026 12:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, MESIR – Mesir selalu memiliki magnet tersendiri bagi siapa pun yang pernah menetap di sana, terutama saat bulan suci Ramadan tiba. Maramita Elvani, perwakilan dari PCI Muslimat NU Mesir, membagikan potret kemeriahan Ramadan di Mesir yang kaya akan perpaduan tradisi keagamaan, budaya, dan sosial yang sangat khas.

Slogan populer "Ramadan fi Mashr Haga Taniya" (Ramadan di Mesir adalah sesuatu yang berbeda/unik) benar-benar tecermin dalam keseharian masyarakatnya. Berikut adalah empat tradisi utama yang membuat Ramadan di Mesir begitu istimewa:

  1. Cahaya Fanus di Setiap Sudut Kota
    Satu ikon yang paling mencolok adalah Fanus, yaitu lentera tradisional cantik dengan kaca berwarna-warni. Tradisi ini diyakini bermula dari era Kekaisaran Fatimiyah saat menyambut Khalifah Al-Muizz Lidinillah di Kairo. Kini, Fanus menghiasi jalanan, pintu gedung, hingga balkon rumah, menciptakan suasana kota yang meriah dan estetik di malam hari.
  2. Ma’idaturrahman: Perjamuan Kasih Sayang
    Bentuk kedermawanan masyarakat Mesir terlihat nyata melalui Ma’idaturrahman atau meja makanan yang maha pemurah. Ini adalah tradisi penyediaan makanan sahur dan buka puasa secara gratis di area terbuka atau tenda-tenda Ramadan bermotif khas Timur Tengah.
    Pusat peradaban Islam, Al-Azhar, turut mengambil peran besar dalam tradisi ini. Pada tahun 2026, Al-Azhar menyiapkan sekitar 10.000 hidangan gratis setiap hari—7.000 untuk berbuka dan 3.000 untuk sahur—yang dipusatkan di Masjid Al-Azhar. Selain makanan fisik, Al-Azhar juga menyajikan "makanan rohani" melalui lebih dari 100 majelis ilmu yang diampu oleh ulama-ulama besar.
  3. Musahharati: Sang Penjaga Waktu Sahur
    Mesir masih mempertahankan tradisi Musahharati, yaitu petugas yang berkeliling gang-gang pemukiman untuk membangunkan warga saat sahur. Dengan membawa gendang kecil dan terkadang menyanyikan lagu tradisional dalam balutan lampu warna-warni, mereka tak jarang memanggil nama pemilik rumah di depan pintu untuk memastikan penghuninya sudah bangun.
  4. Kuliner Khas dan Kekhusyukan Spiritual

    Ramadan di Mesir juga identik dengan hidangan manis yang jarang ditemui di bulan lain, seperti Qatayef (sejenis serabi), Kunafa, serta aneka kurma dan manisan.

    Di sisi spiritual, suasana malam di Mesir terasa sangat hikmat dengan pelaksanaan salat Tarawih berjamaah. Menariknya, banyak masjid di Mesir menerapkan bacaan satu juz Al-Qur'an dalam setiap salat Tarawih. Hal ini memungkinkan jemaah untuk khatam 30 juz tepat saat Ramadan berakhir, diiringi lantunan suara merdu para imam yang menambah kekhusyukan.

    "Ramadan di Mesir bukan hanya tentang berpuasa, tapi sebuah fenomena budaya dan spiritual yang unik. Kemeriahan ini menjadi simbol kasih sayang antarsama dan daya tarik bagi diaspora Indonesia maupun penuntut ilmu di Negeri Piramida tersebut.”katanya.

    Maramita Elfani, LC, MA ( PCI NU Mesir, Kandidat Doktor Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....