Uniknya Pasar Sore Ramadan, di Lorong Sempit Kauman

  • 27 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di sebuah gang sempit Kauman Yogyakarta mendadak berubah menjadi bejubel manusia setiap sore selama Ramadan. Meski harus berdesakan, para pemburu takjil seolah tak gentar menembus kepadatan di lorong ikonik ini demi mendapatkan menu berbuka puasa.

Suasana riuh dan aroma masakan yang menggoda menciptakan harmoni unik yang hanya bisa ditemukan di Pasar Sore Ramadan Kauman.

Kehadiran pasar legendaris ini menjadi napas baru bagi ekonomi lokal dengan melibatkan sekitar 60 pedagang UMKM. Para penjual yang terdiri dari warga asli Kauman hingga warga luar wilayah berkumpul menjajakan dagangannya di sepanjang gang yang terbatas tersebut.

Aktivitas jual-beli ini bukan sekadar transaksi musiman, melainkan berkah ekonomi selama bulan suci. Bicara soal Kauman tentu tak lengkap tanpa menyebut kicak, primadona takjil berbahan ketan dan nangka yang sangat identik dengan Ramadan. Salah satu pedagang mengatakan jika Kicak merupakan makanan khas dari Kauman.

“Lima ribuan aja ini, dari ketan dan nangka. Khasnya sini Kauman,” ucap salah satu pedagang kala menjajakan kicak kepada RRI, Kamis, 27 Februari 2026.

Selain kicak yang melegenda, pengunjung juga dimanjakan dengan beragam pilihan kudapan, mulai dari bakmi, rujak, hingga menu modern seperti dimsum dan sushi dengan harga bervariasi. Keberagaman menu inilah yang membuat lorong sempit ini selalu punya daya tarik magis bagi siapa saja.

Salah satu pengunjung, Reza, warga Piyungan, sengaja menyempatkan mampir sepulang kantor demi membawa buah tangan untuk berbuka bersama anak dan istri di rumah. Baginya, keunikan lokasi di gang sempit dan kehadiran menu khas kicak adalah kombinasi yang tidak ia temukan di tempat lain.

“Selain harganya yang terjangkau, karakteristik gang sempit ini merupakan daya tarik wisata yang sangat kuat bagi wilayah Kauman” ucap Reza.

Meski ruang geraknya sangat terbatas, antusiasme masyarakat tetap bergeliat untuk berbelanja sekaligus merawat tradisi pasar sore yang unik ini. Pasar Sore Kauman membuktikan, keterbatasan ruang bukanlah penghalang bagi perputaran ekonomi dan pelestarian budaya. Lorong sempit ini pun tampil sebagai salah satu ikon wisata kuliner paling autentik di Yogyakarta setiap bulan Ramadan tiba. (Abdullah Hamdan)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....