Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Sambut Ramadan ke-22
- 18 Feb 2026 15:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kampoeng Jogokariyan di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, kembali bersiap menyambut bulan suci Ramadan. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-22 Kampoeng Ramadhan Jogokariyan yang telah menjadi agenda rutin warga.
Tradisi tahunan tersebut tidak hanya memperkuat identitas kampung, tetapi juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Persiapan menyambut Ramadan terlihat dari sejumlah dekorasi yang telah terpasang di pintu masuk kampung. Gerbang bertuliskan “22th Kampoeng Ramadhan Jogokariyan” berdiri lengkap dengan lampu dan ornamen warna-warni yang membentang di sepanjang jalan.
Suasana ini menandakan, Ramadan di Jogokariyan bukan sekadar peringatan, melainkan momentum kolektif yang dipersiapkan bersama. Meski Ramadan belum dimulai, atmosfer ramadhan mulai terasa di lingkungan tersebut.
Pusat kegiatan berada di Masjid Jogokariyan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masjid ini kembali menyiapkan ribuan porsi berbuka puasa bagi jamaah. Pada Ramadan tahun ini, sekitar 3.800 porsi makanan disiapkan setiap hari.
Menu berbuka juga telah dipublikasikan dalam akun instagram @masjidjogokariyan dan @kampoengramadhanjogokariyan.id, sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus ajakan untuk turut berpartisipasi dalam program berbagi.
Tradisi berbuka bersama di Masjid Jogokariyan menjadi salah satu daya tarik utama Kampoeng Ramadhan. Menjelang waktu magrib, jamaah mulai berdatangan secara bertahap.
Pelataran masjid pun perlahan dipadati warga yang menunggu azan berkumandang. Selain menjadi pusat kegiatan ibadah, Kampoeng Ramadhan juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga.
Sejumlah pelaku usaha kecil memanfaatkan momentum Ramadan untuk membuka lapak makanan dan kebutuhan lainnya. Keramaian pengunjung menjelang sore hingga malam hari turut mendorong perputaran ekonomi.
Memasuki tahun ke-22 penyelenggaraan, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang ibadah sekaligus ruang sosial. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari dua dekade ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan pelayanan kepada masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. (Dini Anjani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....