Peran RRI dalam Pertumbuhan Anak Melalui Siaran TK
- 17 Sep 2024 15:35 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Menjamin terpenuhinya hak warga Negara terhadap pendidikan, merupakan salah satu Misi yang dibawa Radio Republik Indonesia. Berbagai manfaat hadirnya program yang dihadirkan RRI Yogyakarta pun dirasakan tidak hanya bagi masyarakat dewasa maupun orangtua.
Hal itu tergambar dari program Siaran TK yang telah lama dihadirkan RRI Yogyakarta sebagai ruang kreativitas siswa siswi Taman Kanak-kanak yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Tim Penyelenggara Siaran Taman Kanak-kanak (TPSTK) DIY Tri Hariyatni S.Pd.,M.Pd., mengatakan, program siaran TK yang hadir setiap hari Minggu di ruang dengar masyarakat merupakan salah satu wadah kreativitas, dan mengembangkan potensi, tidak hanya bagi siswa siswi TK.
Akan tetapi, lanjut Tri Hariyatni, menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi orang tua dan para guru.
"Dengan ruang yang diberikan RRI ini, Anak itu menjadi semakin percaya diri, mandiri, kreativitas," kata Tri Hariyatni, Selasa (17/9/2024).
Tri Hariyatni menyebutkan, melalui siaran TK yang dilakukan secara rekaman langsung di Studio 1 RRI Yogyakarta setiap hari Selasa, anak-anak juga secara tidak langsung menjadi sarana bagi anak-anak, untuk melihat proses terjadinya siaran di RRI.
Tadinya yang gak bisa bicara lancar sekarang disini bisa bicara lancar, RRI selalu memfasilitasi untuk istilahnya treadmill jadi kayak kita mau berkunjung ke RRI terus dilihatkan bagaimana kalau siaran dsb. Itu yang kami merasa senang dan orang tua pun senang, jadi anak yang tadinya tidak bisa MC bisa juga latihan menjadi MC akhirnya dia senang karena terbiasa," ucap Tri Hariyatni.
Lebih lanjut Tri Hariyatni juga mengungkapkan, ruang sosialisasi dan interaksi yang terbangun antara anak, guru, orang tua, dan RRI terjadi dalam proses siaran tersebut.
Apalagi tambah Tri Hariyatni, para guru juga merasakan langsung dampaknya, dimana ketika selama ini para guru menjadi pembawa acara, mereka menjadi terbiasa dan mengetahui cara menjadi pembawa acara.
"Kadang-kadang kan guru ketika membawakan acara kan juga belum pas, tapikan ketika disini kan juga tahu, kalau menjadi pembawa acara yang benar itu seperti ini dsb. Itu yang kami senang, jadi semakin menambahkan pengalaman baik pada anak, guru, dan pengalaman orang tua," ujar Tri Hariyatni. (yan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....