Mendorong Kemandirian Ekonomi, Bulog Beri Bantuan Modal 30 Disabilitas di Yogya
- 01 Okt 2026 13:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perum Bulog menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ekonomi inklusif dengan memberikan bantuan untuk pendirian Rumah Pangan Kita (RPK) Mandiri bagi 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) "BULOG Peduli", Perum BULOG menyerahkan bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp5 juta.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Andi Afdal Abdullah mengatakan, program ini sengaja didesain untuk mendorong kemandirian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari kelompok difabel. Dalam pelaksanaannya, Bulog berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.
"Perum BULOG melaksanakan kegiatan BULOG Peduli berupa penyerahan uang modal kerja buat teman-teman pengelola UMKM dan RPK baru, jadi mereka bergabung dalam kemitraan Bulog yang namanya RPK, Rumah Pangan Kita, yang bisa menjual bagian komoditas yang tersedia di Perum Bulog. Ada 30 RPK dengan karakteristik mereka adalah penyandang disabilitas atau difabel, dan mereka mendapatkan uang modal untuk kerja sebesar Rp5 juta masing-masing," katanya, disela penyerahan bantuan modal Bulog Peduli, di Bale Timoho Resto Yogyakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Andi Afdal menjelaskan, melalui dukungan modal bagi pelaku UMKM ini, Perum Bulog mengharapkan akan berdampak secara sosial yang tidak hanya dari penerima manfaat, tetapi juga masyarakat keseluruhan. Bahkan lebih jauh multiplier effect bisa terjadi terutama dari sisi perkembangan ekonomi.
"RPK ini harapannya suatu saat juga bisa menjadi penyangga ketahanan pangan yang ada di Yogyakarta. Kita sadar bahwa Jogja ini salah satu tempat di mana konsumsi pangan luar biasa karena banyak sekali wisatawan-wisatawan dari Indonesia maupun mancanegara," ujarnya.
Selain bantuan modal, Andi Afdal mengungkapkan, Perum Bulog juga membekali penerima manfaat dengan ilmu pengetahuan. Bahkan diharapkan pengelola RPK ini ke depannya bisa membagikan ilmunya untuk membantu masyarakat lainnya.
"Jadi bukan satu kali kita lepas, berikan modal, kemudian kita tinggalkan begitu saja. Teman-teman dari Bulog tentu saja bersama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta itu memberikan assist, memberikan bantuan-bantuan, memberikan akses informasi maupun yang lainnya, yang penting dibutuhkan untuk mereka supaya mereka bisa terus bertahan," ujarnya, menambahkan.
Melalui pilot project RPK di Yogyakarta ini, nantinya bisa disebarluaskan diberbagai wilayah di Indonesia. Sehingga dampak nyata semakin luas dirasakan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono menyambut baik inisiatif strategis Perum Bulog. Menurutnya, Kota Yogyakarta tidak memiliki lahan pertanian produktif, sehingga keberadaan jaringan distribusi seperti RPK ini sangat vital dalam menjaga ketersediaan stok pangan dan mengendalikan inflasi.
"Kita sudah tidak ada sawah, kalaupun ada mungkin hanya cukup untuk satu dua keluarga, tapi tidak mungkin mencukupi untuk seluruh penduduk Kota Yogyakarta. Lebih-lebih pada masa liburan, kita akan menerima banyak tamu dari berbagai daerah untuk berwisata di Yogyakarta, tentu ini harus kita jaga semuanya, karena pangan ini menjadi salah satu faktor penting keberlanjutan manusia dan produktivitas kita semua," ucapnya.
Kadri juga mengimbau para penerima bantuan untuk mengelola usaha secara tertib dan akuntabel. Pemkot Yogyakarta bersama Dinas Sosial dan Kemantren berkomitmen memberikan pendampingan serta pelatihan lanjutan agar usaha RPK ini berjalan berkelanjutan.
Bentuk nyata keberhasilan program TJSL Bulog ini dirasakan langsung oleh pasangan suami istri penyandang disabilitas asal Wirobrajan, Yogyakarta. Ernawanti, seorang atlet sprint dan lompat jauh National Paralympic Committee (NPC), bersama suaminya yang merupakan atlet angkat berat peraih medali emas, kini mengelola toko sembako RPK di Jalan Srikaloka, Bugisan.
Ernawanti mengungkapkan, bantuan modal dalam bentuk pasokan bahan pangan pokok seperti beras, minyak, dan tepung sangat membantu kelangsungan usahanya. Dalam pelaksanaannya, ketika pasokan habis nantinya dari Bulog akan langsung mengantar ke tokonya.
"Bantuannya bukan berupa uang, tapi barang modal seperti beras, tepung, dan minyak. Harganya lebih murah dari harga pasaran, jadi kita dapat marjin keuntungan untuk dikembangkan lagi," katanya, mengungkapkan.
Bagi Ernawanti dan komunitasnya, program pemberdayaan dari Bulog ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk berprestasi dan mandiri secara finansial. "Kita tak usah malu dengan keterbatasan kita. Keterbatasan itu justru bisa jadi kelebihan. Di NPC kami punya prinsip 'ora wutuh, ampuh'," ucapnya.
Program Bulog Peduli RPK Mandiri selain untuk penyandang disabilitas, juga dilaksanakan menyasar UMKM serta organisasi keagamaan di berbagai wilayah kerja Perum Bulog di seluruh Indonesia.
Melalui RPK Mandiri, pemberdayaan penyandang disabilitas tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Di sisi lain, jaringan RPK diharapkan turut memperkuat distribusi dan ketahanan pangan masyarakat Kota Yogyakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....