Kawasan Nglanggeran Didorong Jadi Model Pengembangan Desa Wisata di Indonesia
- 11 Sep 2026 20:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul - Anggota Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mendorong Desa Wisata Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, menjadi praktik baik pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia. Hal itu disampaikan Rahayu saat melakukan kunjungan kerja untuk melihat pengelolaan dan pengembangan potensi wisata di desa tersebut, Jumat, 11 September siang.
Menurutnya, Nglanggeran memiliki rekam jejak internasional setelah meraih penghargaan Best Tourism Villages pada 2021. Potensi besar yang dimiliki objek wisata di Nglanggeran juga menjadi faktor penting untuk dijadikan model pengembangan desa wisata secara nasional.
“Desa Nglanggeran bisa menjadi contoh yang luar biasa karena desa wisata ini sudah memiliki sepak terjang sampai luar negeri dengan mendapatkan Best Tourism Village Awards pada 2021,” ujar Rahayu.
Ia menilai keberhasilan Nglanggeran tidak terlepas dari kesadaran masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi berbagai paket wisata. Praktik tersebut, kata dia, perlu disampaikan kepada Kementerian Pariwisata sebagai bahan penyusunan kebijakan dan peraturan pelaksana Undang-Undang Pariwisata yang baru disahkan.
“Kita berharap tidak hanya Desa Wisata Nglanggeran, tetapi desa wisata lainnya di Indonesia bisa menjadi best practice dan tolok ukur bagi desa wisata lainnya,” kata anggota Fraksi Gerindra DPR RI tersebut.
Dalam kunjungan itu, Rahayu juga menerima masukan mengenai mekanisme evaluasi desa wisata, termasuk indikator penilaian dan kompetensi evaluator. Ia mengusulkan evaluator di tingkat kabupaten dan provinsi memiliki sertifikasi agar proses penilaian lebih profesional dan terstandar.
Dirinya menekankan perlunya pembagian peran antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong desa wisata maju menjadi mandiri. Pemerintah pusat, menurutnya, perlu memperkuat pemasaran dan memberikan insentif agar peningkatan status tidak membuat desa kehilangan dukungan.
“Pusat tugasnya harus bisa memasarkan desa yang sudah maju dan sudah mandiri. Yang maju supaya bisa naik ke mandiri dan yang mandiri bisa tetap mandiri, dan tentunya ada insentif,” ucap legislator bernama lengkap Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo itu.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran, Mursidi mengatakan, status desa wisata mandiri merupakan bentuk pengakuan atas pengelolaan pariwisata masyarakat, bukan alasan untuk berhenti berkembang.
“Walaupun sudah desa wisata mandiri, kami tetap berproses bagaimana kegiatan pariwisata ini bisa bergerak terus,” ujar Mursidi.
Ia berharap pengembangan pariwisata melibatkan lebih banyak masyarakat dan memberi dampak ekonomi bagi desa-desa penyangga di sekitar Nglanggeran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....