Pemda DIY Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana NTT

  • 19 Agt 2026 18:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah DIY menyerahkan bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp1 miliar kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak bencana alam. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X kepada perwakilan Badan Penghubung (Banhubda) NTT di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Selain dana tanggap darurat, Pemda DIY turut menyalurkan bantuan obat-obatan senilai Rp38 juta, bantuan sektor jasa keuangan sebesar Rp90 juta yang dihimpun BI, OJK, FKIJK, dan BMPD DIY untuk disalurkan melalui BAZNAS, serta bantuan pangan bagi mahasiswa NTT yang tinggal di asrama wilayah DIY. Pemda DIY juga mengirimkan surat edaran kepada rektor perguruan tinggi terkait kelonggaran biaya pendidikan bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana.

Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, bantuan ini merupakan kelanjutan tradisi yang telah dijalankan Pemda DIY sejak masa kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono IX. “Saya hanya melanjutkan tradisi yang pernah dilakukan oleh suwargi Sultan Hamengkubuwono IX pada waktu peristiwa PRRI/Permesta,” ujarnya Sultan.

Di sisi lain, dampak bencana ini dirasakan langsung oleh sejumlah mahasiswa NTT yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta. Salah satunya Cornelisiano Ligi Longa, mahasiswa Psikologi semester 5 Universitas Mercu Buana asal Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

"Rumah rusak parah, yang lainnya masih bisa diperbaiki. Kalau siang balik ke rumah, kalau malam istirahatnya di tempat pengungsian ramai-ramai," kata Cornelisiano.

Menurut data Posko Induk NTT DIY di kawasan Babarsari, dari total 10 sampai 12 ribu mahasiswa dan warga NTT yang menetap di DIY, sekitar 545 orang tercatat terdampak langsung oleh bencana, dan pendataan masih terus diperbarui hingga saat ini.

Cornelisiano berharap penyaluran bantuan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang menurutnya menjadi wilayah paling parah terdampak, seperti Nagekeo, Ngada, Manggarai, dan Palue. (Hendrawan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....