Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Titik Nol Jadi Ruang Pamer 68 Karya Foto ANTARA
- 15 Agt 2026 19:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Setiap momen yang tertangkap lensa kamera menjadi sebuah karya yang tak lekang oleh waktu, mulai dari pembacaan proklamasi kemerdekaan oleh Ir. Soekarno, momen sakral kenegaraan, hingga semangat yang dibagikan setiap sudut perkampungan dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui kolaborasi Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, sebuah pameran karya jurnalistik pewarta foto hadir di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan bahwa medium fotografi dipilih secara sengaja karena memiliki daya serap visual yang kuat dan universal bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk menyampaikan kecintaannya terhadap Merah Putih.
"Tadi saya tanya ke kurator, kenapa karya foto yang ditampilkan aneh-aneh, dari mulai presiden, kemerdekaan di dalam laut, kemudian di depan jembatan hingga sampah. Ternyata dia bilang, Pak, perayaan kemerdekaan, kemeriahan tidak hanya ada di gedung-gedung, di Istana, di tempat Kementerian atau Lembaga, tapi juga di grassroots, segala bentuknya muncul," katanya di sela pameran, Jumat, 14 Agustus 2026.
Pameran bertajuk "Merayakan Kemerdekaan, Merawat Kebersamaan" yang digelar selama sepekan mulai 14 hingga 21 Agustus 2026 ini, menampilkan 68 karya foto yang bisa dilihat masyarakat maupun wisatawan di Titik Nol Kilometer. Benny menjelaskan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipilih sebagai ruang pamer untuk pertama kalinya, karena memiliki nilai historis kuat dalam Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kesediaan Jogja menjadi benteng Republik serta mempertahankan kemerdekaan itu luar biasa. Ini menunjukkan bahwa Jogja bukan sekadar kota dengan kekayaannya, melainkan juga dengan kerelaan, perjuangan, dan kegigihannya. Nilai-nilai perjuangan, kegigihan, dan pengorbanan ini yang harus kita salurkan kembali kepada generasi muda melalui pameran foto. Jogja patut terus diwariskan, karena membicarakan Jogja berarti membicarakan Indonesia merdeka," ucapnya.
Benny mengungkapkan, bahwa Titik Nol Kilometer dipilih karena merupakan salah satu pusat berkumpulnya wisatawan dan generasi muda di Yogyakarta. Di tengah kemegahan bangunan cagar budaya tersebut, pameran ini diharapkan dapat menyalurkan edukasi sejarah dan semangat kebersamaan Nusantara melalui visualisasi foto selama sepekan penuh.
"Total ada 68 karya foto. Tidak saja foto-foto tentang Jogja sendiri, tapi juga dari seluruh Indonesia," ujarnya.
Sementara Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengapresiasi, hadirnya ruang pamer terbuka tersebut. Menurutnya, masyarakat dapat menikmati keragaman Indonesia melalui karya foto jurnalistik secara langsung sembari berwisata.
"Pameran ini unik dari sisi substansi karena menampilkan peristiwa-peristiwa langka di Nusantara, bahkan ada foto warga menarik pelepah pinang, yang biasanya dipanjat. Selain autentik, cara menampilkannya juga tidak membutuhkan ruang khusus. Ini ide yang sangat baik, sebab pameran biasanya selalu diadakan di gedung atau ruang tertutup," ujarnya, mengungkapkan.
Hasto berharap, kedepannya LKBN ANTARA dapat menggandeng seniman, budayawan, ataupun mahasiswa di Yogyakarta. Sehingga kolaborasi bisa semakin menambah warna dalam kemeriahan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sekretaris Tim Verifikasi PSO Bidang Pers Komdigi, Fouri Gesang Sholeh juga memberikan apresiasi atas digelarnya pameran tersebut. Menurutnya, ruang publik ini memberikan gambaran inspirasi kepada masyarakat, sekaligus menyebarkan nilai-nilai semangat tentang kemerdekaan RI kepada masyarakat.
"Pameran ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat jurnalisme yang lebih kuat. Saat ini kami mendapat penugasan dari negara untuk menyebarkan informasi yang edukatif, menginspirasi, dan memberdayakan dalam bingkai NKRI, salah satunya melalui visual jurnalistik ini," katanya, menjelaskan.
Rizky salah satu pengunjung, mengaku kehadiran pameran foto kemerdekaan dari berbagai wilayah ini semakin menambah warna peringatan HUT RI. Pameran tersebut juga membuka wawasan mengenai keragaman cara masyarakat Indonesia dalam merayakan kemerdekaan.
"Tentu saja pameran ini memberikan gambaran dan pengalaman baru yang sebelumnya belum saya ketahui," katanya, mengungkapkan.
Kehadiran pameran terbuka yang bisa dinikmati secara gratis ini, tidak hanya menjadi hiburan visual di sudut Kota Gudeg, tetapi juga menjadi pengingat reflektif bahwa semangat kemerdekaan dan kebersamaan Indonesia dirawat dari setiap sudut Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....