Tak Lupakan Udin, PWI DIY Gaungkan Usulan Gelar Pahlawan Nasional

  • 11 Apr 2026 22:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta: Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY bersinergi dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar Rapat Pleno sekaligus Halalbihalal di Islamic Centre Masjid UAD Ringroad Selatan, Sabtu, 11 April siang. Dipimpin oleh Ketua Umum PWI DIY, Hudono, ajang silaturahmi itu menjadi momentum strategis untuk mengonsolidasikan program kerja organisasi.

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus harian PWI DIY, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan, serta Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar PWI DIY. Kehadiran unsur akademisi dan insan pers ini mencerminkan kuatnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan praktik jurnalistik.

Kala memberi sambutan Hudono sempat kembali melontarkan wacana untuk mengangkat sosok mendiang Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin sebagai pahlawan nasional. Eks jurnalis harian Bernas itu tewas dibunuh di tahun 1996 silam.

Udin kerap dijadikan ikon dan sekaligus martir untuk kebebasan pers nasional. Uniknya, siapa pembunuh Udin hingga saat ini masih gelap.

"Ini kan aneh, ada orang yang terbunuh, tewas, tapi sampai sekarang pembunuhnya siapa tidak diketahui," ujar Hudono.

Semasa hidupnya Udin dikenal dengan tulisannya yang lugas berisi kritik sosial terhadap kehidupan masyarakat dan bobroknya birokrasi saat itu. Udin dibunuh di kediamannya yang terletak di Bantul, pada 16 Agustus 1996 atau sehari sebelumnya HUT ke-51 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Di tengah rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional yang masih berjalan, kami terus mematangkan pembentukan Tim Adhoc untuk pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Nama-nama tim sudah ada, tinggal difinalisasi,” ujarnya di hadapan jajaran pengurus dan dewan pakar.

Lebih lanjut Hudono menyampaikan, pengusulan gelar pahlawan nasional itu juga menguat dalam forum Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI di Banten beberapa waktu lalu.

"Hal ini menjadi catatan penting bagi PWI Pusat untuk mengawal proses pengusulan secara nasional," ucapnya.

PWI DIY, lanjut Hudono, juga terus mendorong terwujudnya pembangunan Grha Pers Pancasila. Program ini diharapkan menjadi pusat pengembangan, pengkajian, dan pelatihan terkait implementasi nilai-nilai Pers Pancasila di Indonesia.

Naskah akademik pembangunan gedung tersebut telah disusun bersama sejumlah tokoh, sesuai arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hudono pun berterima kasih kepada Dewan Pakar PWI DIY yang berkontribusi besar dalam penyusunan naskah akademik.

“Ke depan, Grha Pers Pancasila diharapkan menjadi ruang strategis untuk mencetak insan pers yang profesional, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Yogyakarta sebagai kota pendidikan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan pers nasional,” kata Hudono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....