Pasangan Gajah Deo dan Sinta Pindah dari GL Zoo ke Tabang Zoo Kaltim

  • 18 Agt 2026 12:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gajah Sumatra bernama Deo dan Sinta yang selama ini dirawat di Gembira Loka Zoo mendadak viral di media sosial. Lantaran keduanya menjalani translokasi darat dan laut sejauh 1.671 kilometer menuju rumah barunya di Tabang Zoo, Kalimantan Timur.

Sebelum diberangkatkan ke Kalimantan, kedua gajah ini merupakan satwa dari Linggo Asri Pekalongan yang dititipkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah melalui BKSDA DIY ke GL Zoo sejak 2024 lalu. Direktur Utama Gembira Loka Zoo KMT A Tirtodiprojo mengungkapkan kedua gajah tersebut merupakan wujud kepercayaan terhadap GL Zoo dalam merawat dan menyejahterakan satwa.

"Bagi kami merupakan suatu kebanggaan ketika dipercaya untuk dititipi. Namun, saat ini GL Zoo sudah overpopulasi, sehingga kami harus mencari tempat di mana gajah ini bisa dipindahkan," katanya, Senin, 17 Agustus 2026.

Selama masa penitipan tersebut, pengelola menanggung biaya perawatan yang terbilang tinggi, yakni sedikitnya Rp12 juta per ekor setiap bulannya. Pengelola juga harus fokus pada pelatihan rutin guna menjaga kesejahteraan serta kesehatan fisik Deo dan Sinta selama tinggal di Yogyakarta.

"Karena ini gajah terlatih, pelatihan harus terus dilakukan agar tidak lupa. Pelatihan ini untuk kepentingan gajah itu sendiri, misalnya untuk perawatan kesehatan, memotong kuku, hingga pemeriksaan mulut. Semua dilatih demi kesehatan mereka," ujarnya.

Proses pencarian hunian baru untuk Deo dan Sinta memakan waktu yang cukup panjang. Pihak GL Zoo secara selektif mencari pengelola mampu dan memiliki komitmen kuat terkait kesejahteraan satwa. Sebelum pelepasan, tim GL Zoo bertolak langsung ke Kalimantan Timur untuk meninjau kelayakan fasilitas di Tabang Zoo.

"Di sana mereka sudah membangun kandang yang jauh lebih besar. Meskipun ada beberapa hal yang perlu dibenahi, dalam waktu dua bulan mereka langsung memperbaikinya sesuai masukan kami demi memenuhi persyaratan," ucapnya.

Mengenai proses pemindahan antarpulau, ia menegaskan bahwa seluruh proses translokasi berjalan sesuai prosedur standar keselamatan satwa yang ketat. Perjalanan darat dan laut sejauh 1.671 km tersebut dilakukan secara hati-hati dengan memprioritaskan kondisi fisik Deo dan Sinta di sepanjang jalur tempuh.

"Kalau siang hari cuaca panas, rombongan berhenti untuk berteduh. Semua dipersiapkan dengan matang agar satwa tetap aman hingga sampai di lokasi tujuan," katanya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....