Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat untuk Kurangi Angka Kemiskinan

  • 07 Jul 2026 07:19 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan perhatian dari negara bagi keluarga yang belum beruntung. Hal tersebut disampaikannya Rapat Konsolidasi dan Open House Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulon Progo, Yogyakarta, pada Senin 6 Juli 2026.

Dalam kegiatan yang dihadiri jajaran Kementerian Sosial, Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia, Pemda DIY, Pemkab Kulon Progo dan lainnya ini, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut mengaku terharu melihat antusiasme siswa sekolah rakyat.

Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan, program ini menyasar anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau bahkan belum pernah mengenyam pendidikan.

"Belum seluruh rakyat Indonesia benar-benar bisa merasakan pembangunan sebagaimana yang telah berlangsung lebih dari 80 tahun sejak Indonesia merdeka. Masih ada yang tertinggal," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat memiliki mekanisme rekrutmen berbeda karena tidak membuka pendaftaran secara reguler. Proses penyaringan siswa dilakukan melalui metode penjangkauan langsung oleh para pendamping sosial Kemensos yang bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Target penjangkauan adalah keluarga yang berada di desil 1 dan desil 2. Setelah data di lapangan dinilai sesuai, pendamping akan berdialog dengan orang tua siswa sebelum divalidasi dan ditetapkan oleh kepala daerah setempat.

"Ini program Presiden Prabowo, tetapi pelaksanaannya kerja sama lintas sektor antara Kementerian Sosial, kementerian teknis lainnya, serta pemerintah daerah. Tanahnya disediakan oleh Pemda, sedangkan pembangunannya menggunakan APBN," ujarnya.

Meski diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, jelas Gus Ipul, pemerintah berkomitmen memberikan fasilitas gedung dan sarana belajar dengan kualitas terbaik.

Sejak resmi mulai beroperasi pada 14 Juli 2025 lalu, Sekolah Rakyat telah menampung lebih dari 15.000 siswa yang tersebar di 166 titik dari Sabang sampai Merauke. Pada tahun 2026 ini, pemerintah membangun gedung sekolah permanen di 104 titik, dan ditargetkan bertambah 100 titik lagi pada tahun depan.

"Targetnya, setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung hingga 2.000 siswa. Insyaallah, tahun 2029 nanti, ada lebih dari 1 juta anak yang bisa belajar di Sekolah Rakyat," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen pengentasan kemiskinan yang terintegrasi. Sehingga Kemensos tidak hanya mengintervensi anak melalui jalur pendidikan berkualitas, tetapi juga memberdayakan orang tuanya. Bantuan yang diberikan mencakup perbaikan rumah agar layak huni, pemberian bantuan sosial (bansos) secara lengkap, serta program strategis pendukung lainnya.

"Harapannya, ketika anaknya nanti lulus, orang tuanya juga 'naik kelas' secara ekonomi, sehingga mandiri dan tidak perlu menerima bansos lagi. Kita ingin mencetak calon pemimpin bangsa yang hebat dari lingkungan berkualitas ini," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....