Ketum PP Muhammadiyah Soroti Rencana Akmil Latih Siswa Sekolah Rakyat
- 06 Jul 2026 05:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Kementerian Sosial dan Kementerian Pertahanan akan menerjunkan para taruna Akademi Militer untuk melatih kedisiplinan siswa di seluruh Sekolah Rakyat. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menilai bahwa kebijakan itu perlu dilihat ulang dari kacamata konstitusi.
Kepada awak media, Haedar menyatakan bahwa semua pihak sejatinya perlu mengingat kembali konsep dasar konstitusi, di mana aturan terkait batasan kewenangan militer dan sipil sudah tertuang dengan jelas.
“Saya yakin kalau kembali ke konsep dasar Undang-Undang, kemudian juga spirit perjuangan Indonesia dan perjalanannya, maka akan ada batasan. Militer ada tempatnya, sipil ada tempatnya,” ucapnya, Sabtu, 4 Juli 2026.
Untuk itu, Haedar mengingatkan pemerintah agar tidak terjadi militerisasi pada aspek kehidupan sipil. Begitu pun sebaliknya, tidak boleh ada penempatan sipil di berbagai urusan yang menjadi domain militer.
“Maka, jangan ada militerisasi di berbagai aspek kehidupan sebagaimana juga jangan ada sipilisasi pada aspek-aspek yang memang di situ fungsinya militer,” ujarnya.
Di era saat ini, lanjut Haedar, yang paling dibutuhkan adalah kebijakan yang bersifat terpadu, holistik, dan moderat. Mengingat Pancasila pada hakikatnya termasuk ideologi yang moderat.
“Pancasila itu ideologi moderat. Bahkan kalau kita baca dari Pembukaan sampai UUD 1945, itu substansinya moderat. Bangsa kita ini juga bangsa yang moderat. Jadi, kalau sekali kita melakukan pendekatan-pendekatan yang ekstrem, itu nanti tidak akan lama,” katanya.
Oleh karena itu, Haedar menilai bahwa pemerintah perlu membuka ruang dialog dengan berbagai pihak. Sebaliknya, masyarakat juga tidak boleh terburu-buru menghakimi segala kebijakan pemerintah dengan label militerisasi.
“Di situlah perlu membuka pintu dialog, diskusi, dan masukan dari berbagai pihak. Tapi juga kita jangan serta-merta mengklaim bahwa itu militerisasi, tempatkan sesuatu pada tempatnya,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....